JAKARTA – Penyelenggaraan ajang Inisiasi Rally Raid Adventure (IRRA) 2026 akan dihelat pada ujung tahun ini. Salah satu terobosan di edisi kedua dari ajang balap tersebut adalah jarak tempuh yang mencapai 500-an kilometer atau lebih jauh dari perhelatan sebelumnya.
Kompetisi balapan yang kerap dijuluki sebagai Mini Rally Dakar Indonesia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8–12 Desember nanti. Rute perlombaan yang dipilih adalah wilayah Jawa Barat, tepatnya di Subang, Sumedang, Indramayu, dan Majalengka.
Wakil Ketua Pnyelenggara IRRA 2026, Julian Johan, mengatakan bahwa pihaknya berharap para pebalap masih punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan kendaraan mereka menghadapi rute yang jauh lebih panjang tahun
"Ini merupakan cabang balap baru yang ada di Indonesia, gabungan dari balap reli
dengan adventure. Jadi, dengan sisa waktu beberapa bulan ini, kami harapkan
peserta bisa lebih memaksimalkan lagi persiapannya ketimbang tahun lalu," kata Julian.
اقرأ أيضا:
Saat menjalani debut tahun lalu, IRRA mendapat antusiasme peserta yang sangat tinggi, termasuk yang datang dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan India. Sambutan yang besar juga mulai terlihat di tahun ini sehingga target peserta dinaikkan.
Julian mengatakan bahwa selain menambah panjangnya rute balapan, mereka juga memutuskan untuk menaikkan jumlah peserta karena melihat tingginya permintaan agar kompetisi ini kembali dihelat lagi.
"Tahun lalu lebih dari 70 kendaraan yang mengikuti. Padahal, ketika itu kami targetnya hanya sekitar 20 kendaraan. Sementara itu, di tahun kedua ini target kita bisa mencapai 100 kendaraan, baik mobil maupun motor," katanya.
Keputusan menambah rute lomba membuat penyelenggaraan IRRA 2026 harus melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah. Hal ini dilakukan karena rute yang akan dilalui membutuhkan jalur yang relatif sepi serta bebas dari aktivitas masyarakat.
Medan tropis khas Indonesia dipastikan akan menguji batas kemampuan para pembalap. Skuad mobil 4x4 dan motor reli dituntut memiliki navigasi mumpuni, ketahanan kendaraan ekstra, hingga kekuatan fisik yang konsisten untuk melibas jalan tanah berliku, jalur berbatu terjal, hingga menyeberangi sungai kecil.
Julian mengatakan bahwa selain jarak, aspek keselamatan (safety) menjadi fokus utama pembenahan di tahun 2026. Ia menyebut bahwa kelonggaran aturan keselamatan yang sempat diberikan pada tahun lalu kini tidak berlaku lagi.
"Di tahun 2026 ini kita coba untuk lebih menyesuaikan lagi dengan regulasi yang ada. Kita perketat lagi terkait safety karena itu merupakan hal terpenting dalam balapan. Harapannya dengan kualitas penyelenggaraan dan keamanan yang lebih baik, kejuaraan ini bisa mencapai taraf internasional," ujarnya.
Budi Luhur University (BLU) menjadi tuan rumah peluncuran Inisiasi Rally Raid Adventure (IRRA) 2026. Ini karena Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, merupakan seorang penggemar otomotif sekaligus pernah mengikuti Rally Dakar di Argentina.
"Saya mendukung kegiatan IRRA yang balapannya mirip Rally Dakar atau bisa disebut sebagai Mini Rally Dakar. Berkembangnya IRRA diharapkan dapat menjadi sarana promosi wisata otomotif di daerah-daerah yang memiliki keindahan alam dan budaya," kata Kasih Hanggoro, yang juga merupakan peserta IRRA 2025.
Rektor BLU Agus Setyo Budi menyampaikan bahwa penyelenggaraan IRRA 2026 di lingkungan kampus memiliki nilai positif. Ia menilai kegiatan seperti IRRA dapat menjadi ruang belajar yang dinamis, adaptif, dan dekat dengan kehidupan nyata.
"Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas. Kampus juga perlu membuka ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengenal potensi diri, mengembangkan minat, dan membentuk karakter," ucapnya.
Pihak panitia memprediksi slot pendaftaran akan langsung diserbu oleh para pebalap karena gaung IRRA 2026 ternyata sudah terdengar hingga mancanegara sejak tahun lalu sehingga berhasil menggaet peserta dari negara lain.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)