JAKARTA - AS Roma mencetak rekor dengan memenangi semua pertandingan tandang di Liga Europa saat mengalahkan Celtic 3-0 di Stadion Celtic Park, Glasgow, Jumat, 12 Desember 2025 dini hari WIB. Kemenangan yang membuka peluang Roma lolos ke babak knockout Liga Europa.
Roma menuai hasil buruk di kompetisi Serie A Italia. Kekalahan dua kali berturut-turut melawan Napoli dan Cagliari dengan skor sama 1-0 menjadikan Roma gagal mempertahankan posisi di puncak klasemen.
Namun tim ibukota Italia ini justru menunjukkan konsistensi di kompetisi Eropa. Bahkan Giallorossi mencatat rekor sempurna di pertandingan tandang. Dari tiga laga away, tim asuhan Gian Piero Gasperini mampu meraih sembilan poin. Terakhir, Roma menunjukkan performa maksimal untuk mengalahkan Celtic.
Kemenangan itu menjadikan Roma membuka peluang lebih besar meraih tiket ke babak knockout. Hanya, mereka bisa lolos lewat jalur otomatis dengan mengakhiri babak fase dengan masuk delapan besar atau melalui playoff. Bila ingin masuk delapan besar, Roma harus memenangkan dua laga terakhir melawan Stuttgart dan Panathinaikos.
Sementara, Celtic harus bekerja keras untuk lolos ke babak selanjutnya. Pasalnya klub Liga Skotlandia ini menduduki peringkat 24 atau paling bawah di zona playoff. Bila gagal meraih poin, mereka bakal terlempar dari zona tersebut dan gagal lolos ke babak selanjutnya.
Dalam pertandingan itu, Roma sepenuhnya mendominasi. Mereka langsung menekan pertahanan Celtic dan sudah unggul saat laga baru berjalan enam menit.
Gol itu tercipta saat bek Gianluca Mancini menyambut umpan Matias Soule yang menaklukkan kiper Kasper Schmeichel. Namun setelah dilakukan tayangan ulang, sundulan Mancini ternyata mengenai bek Liam Scales yang menjadikan bola meluncur ke gawang sendiri.
Unggul 1-0 menjadikan Roma kian agresif menekan lawan. Mereka tidak kurang melepaskan delapan tendangan ke gawang. Soule, Stephan El Shaarawy dan Nicolo Pisilli secara bergantian mengancam gawang tuan rumah.
Namun Roma baru bisa menambah gol setelah Evan Ferguson membuat brace. Ferguson mencetak gol pertama setelah menyelesaikan assist Zeki Celik di menit 36. Gol yang menjadikan Roma memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Selanjutnya, I Lupi kian tak terbendung. Ferguson mencetak gol keduanya pada injury time babak pertama. Berawal dari umpan Soule, pemain timnas Irlandia ini kemudian mengonversinya menjadi gol.
Saat babak pertama segera selesai, Celtic berpeluang memperkecil ketinggalan setelah mendapat hadiah penalti. Gara-garanya bek Mario Hermoso menjatuhkan Arne Engels di kotak terlarang.
Keputusan wasit mendapat protes dari pemain Roma. El Shaarawy dan Soule yang paling keras melakukan protes pun mendapat kartu kuning. Engels sendiri yang mengambil eksekusi penalti, tetapi dia gagal melakukannya. Skor 3-0 untuk Roma tak berubah hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Roma tak lagi intensif melakukan serangan. Sebaliknya Celtic juga selalu gagal mendekati gawang Mile Svilar. Roma sempat menambah gol saat Leon Bailey membobol gawang tuan rumah. Hanya dia dinyatakan offside sehingga gol dia dianulir. Roma pun menang 3-0.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)