أنشرها:

YOGYAKARTA - Anjing pelacak telah menjadi bagian penting dalam berbagai operasi pencarian dan penyelamatan di seluruh dunia. Kemampuan mereka yang luar biasa dalam mendeteksi aroma membuat mereka sangat efektif dalam dalam berbagai kondisi.

Setiap jenis anjing pelacak memiliki keahlian khusus yang disesuaikan dengan situasi tertentu. Lantas apa saja jenis anjing pelacak yang umum digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Simak artikel berikut.

Apa Itu Anjing Pelacak?

Anjing pelacak adalah anjing yang telah dilatih khusus untuk menemukan manusia melalui aroma yang ditinggalkan. Mereka mampu mengidentifikasi dan membedakan aroma manusia, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Dengan kemampuan tersebut, anjing pelacak sering digunakan oleh tim SAR, militer, dan kepolisian.

Pelatihan anjing pelacak dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Mereka diajarkan untuk fokus pada tugas tertentu, seperti mengikuti jejak, mendeteksi aroma, atau menemukan jenazah. Selain pelatihan teknis, anjing pelacak juga memerlukan kedisiplinan dan hubungan yang kuat dengan pawangnya.

Dalam proses pencarian, anjing pelacak bekerja berdasarkan kondisi lingkungan dan teknik yang telah dipelajari. Misalnya, beberapa anjing bekerja dengan menghirup udara, sementara yang lain mengikuti aroma di tanah. Perbedaan teknik ini membuat setiap jenis anjing memiliki fungsi yang berbeda dalam operasi penyelamatan.

6 Jenis Anjing Pelacak

Dilansir dari New York State Division of Criminal Justice Services, berikut 6 jenis anjing pelacak yang sering digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

  1. Anjing Airscent

Anjing airscent bekerja dengan mengandalkan aroma manusia yang terbawa angin. Mereka tidak mengikuti jejak di tanah, melainkan menangkap aroma "panas" atau aroma baru yang berada di udara. Teknik ini sangat efektif untuk mencari korban di area luas dan terbuka.

Anjing jenis ini tidak memerlukan titik awal (terakhir terlihat) atau jejak aroma khusus untuk memulai pencarian. Mereka bisa bergerak bebas tanpa tali dan berfokus pada area pencarian yang ditentukan. Setelah menemukan korban, anjing airscent akan kembali kepada pawang untuk memberikan tanda dan memandu pawang ke lokasi korban.

  1. Anjing Pembuntut/Pelacak Jejak

Anjing pembuntut dilatih untuk mengikuti aroma manusia yang tertinggal di tanah saat seseorang berjalan. Mereka bekerja dari titik korban terakhir terlihat dan mengikuti jejak langkah yang tertinggal. Kemampuan mereka bergantung pada bau yang menempel di tanah dan benda sekitar.

Anjing pelacak jejak dapat mengikuti bau seseorang meskipun jejak tersebut sudah berhari-hari lamanya. Mereka bahkan mampu membedakan jejak aroma dari banyak orang dan tetap fokus pada aroma target. Hal ini membuat mereka sangat efektif di medan hutan, rawa, atau area sulit lainnya.

  1. Anjing Deteksi Jenazah

Anjing deteksi jenazah atau Human Remains Detection (HRD) dilatih untuk menemukan tubuh manusia yang telah meninggal. Mereka mampu mendeteksi berbagai bentuk tubuh, mulai dari tubuh utuh, tubuh membusuk, atau fragmen kecil seperti darah dan tulang. Tingkat kepekaan ini membuat mereka sangat penting dalam operasi kriminal atau pencarian korban bencana.

Anjing ini bekerja baik di darat maupun di air. Mereka dapat menemukan jenazah yang terkubur atau tenggelam dengan memanfaatkan aroma pembusukan yang keluar ke permukaan. Keberadaan mereka membantu mempercepat proses identifikasi korban.

  1. Anjing Penyelamat Bencana

Anjing penyelamat bencana merupakan varian dari anjing airscent namun dilatih untuk kondisi ekstrem. Mereka bekerja di area bencana seperti bangunan runtuh, tanah longsor, banjir, dan gempa bumi. Pelatihan tambahan diperlukan agar anjing mampu bergerak di atas puing yang tidak stabil.

Anjing ini dilatih untuk mencari korban yang tertimbun dan tidak terlihat. Pawang dapat mengarahkan mereka secara spesifik ke area yang mencurigakan agar pencarian lebih efektif.

  1. Anjing Longsor

Anjing longsor dilatih khusus untuk mendeteksi manusia yang tertimbun salju. Aroma manusia akan keluar dari celah salju, dan anjing dapat mengenalinya bahkan jika korban berada jauh di bawah permukaan. Teknik ini memungkinkan korban ditemukan lebih cepat dibanding pencarian manual.

Medan bersalju sangat sulit bagi tim manusia. Anjing longsor mampu menjangkau area luas dalam waktu singkat, sehingga peluang penyelamatan meningkat. Pelatihan intensif diperlukan agar anjing mampu menggali dan menandai lokasi korban.

  1. Anjing Air

Anjing air dilatih untuk mendeteksi aroma manusia yang berada di bawah permukaan air. Aroma tubuh di dalam air akan naik ke permukaan, dan anjing dapat mengidentifikasinya dari atas perahu atau tepi sungai. Teknik ini sangat penting untuk operasi pencarian korban tenggelam.

Anjing air sering kali merupakan bagian dari anjing pendeteksi jenazah, namun mendapatkan spesialisasi tambahan. Pawang harus mampu membaca sinyal halus dari anjing, karena gerakan kecil pun bisa menjadi tanda penting. Pelatihan dilakukan di berbagai kondisi air, termasuk danau, sungai, dan waduk.

Demikian penjelasan soal jenis-jenis anjing pelacak dalam berbagai operasi pencarian dan penyelamatan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)