أنشرها:

JAKARTA - Di tengah meningkatnya kesadaran gaya hidup kembali ke alam (back to nature) dan tren pangan sehat, sektor pertanian kembali menjadi perhatian penting bagi generasi muda.

Banyak anak muda mulai menyadari bahwa pertanian bukan lagi soal cangkul dan sawah semata, tetapi bagian dari gaya hidup berkelanjutan, peluang bisnis kreatif, dan masa depan ekonomi Indonesia.

Salah satu tokoh yang aktif mendorong kesadaran ini adalah pengusaha agroindustri, Jerry Hermawan Lo (JHL), melalui program Beasiswa Kelapa.

Program ini diberikan kepada mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dan diserahkan secara simbolis di Gedung Rektorat Unhas, Selasa, 28 Oktober 2025 bersama JHL Foundation dan pihak kampus.

Pemberian beasiswa tersebut disaksikan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Total 100 mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Vokasi menjadi penerima beasiswa ini.

Dalam kesempatan itu, Jerry kembali menegaskan bahwa sektor pertanian memegang peran penting bagi masa depan Indonesia.

“(Pertanian) ini sebenarnya senjata rahasia Indonesia,” ujar Jerry dari keterangan resminya.

Jerry menyoroti bagaimana sumber daya alam Indonesia sangat kaya dan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi besar. Ia mencontohkan komoditas kelapa yang banyak tumbuh di wilayah pesisir Indonesia.

“20 tahun yang lalu, kelapa kita tumbuh liar di hutan di laut dan pantai. Sekarang, bila dikelola dengan hilirisasi yang tepat, kelapa dapat menghasilkan triliunan rupiah,” ujarnya.

Melalui Royal Agro Industri (RAI), Jerry telah membuktikan kelapa Indonesia diminati pasar internasional.

"Sekarang sudah lebih dari 20 negara yang memesan hasil industri kelapa dari Royal Agro Industri. Sekarang kami bisa produksi hampir 1 juta butir per hari," jelasnya dengan penuh optimisme.

"Saat ini saya sedang proses akusisi pabrik kelapa yang bisa memproduksi 2 juta butir kelapa perhari. Kalau akuisisi ini beres, kami akan jadi produsen industri kelapa terbesar di dunia,” tambahnya.

Menurut Jerry, Indonesia mungkin kalah dalam bidang teknologi dan industri dari negara lain, namun memiliki keunggulan alami yang tidak bisa ditiru.

"Di banyak negara selama enam bulan tidak ada matahari. Di negara kita setahun, 12 bulan ada matahari. Jadi kita punya keunggulan,” tuturnya.

Ia berharap mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga berani menjadi wirausahawan di sektor pertanian.

"Anda menjadi pengusaha-pengusaha pertanian dapat menyerap banyak tenaga kerja di kampung Anda, lalu menarik saudara Anda untuk mengikuti jejak Anda,” pesannya.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menyambut baik program ini dan menilai Beasiswa Kelapa sejalan dengan upaya kampus dalam mencetak lulusan yang inovatif dan berjiwa wirausaha. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian Jerry terhadap pengembangan pendidikan dan pertanian di Indonesia.

Salah satu penerima beasiswa, Viki Saputra, mahasiswa asal Bone, juga merasakan manfaat besar dari program ini.

"Saya sangat terinspirasi bantuan dari pak Jerry. Karena ini sangat membantu bagi mahasiswa yang orang tua tak mampu membiayai anaknya,” ujarnya.

Ia berharap ke depan, penerima beasiswa bisa mengikuti jejak kesuksesan Jerry.

"Semoga mahasiswa yang dibantu ini bisa seperti beliau menjadi pengusaha yang sukses," tambahnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)