أنشرها:

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 31 Juli diperkirakan akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 30 Juli, Kurs rupiah spot ditutup naik tipis 0,02 persen ke level Rp16.405 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup menguat 0,07 persen ke level harga Rp16.387 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari.

Ibrahim menjelaskan kesepakatan ini dicapai setelah perundingan yang digambarkan kedua belah pihak sebagai perundingan konstruktif di Stockholm, yang bertujuan meredakan perang dagang yang semakin memanas antara dua negara, yang dapat mengancam pertumbuhan ekonomi global.

"Tidak ada terobosan besar yang diumumkan, dan para pejabat AS mengatakan bahwa keputusan untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan yang berakhir pada 12 Agustus atau membiarkan tarif melonjak kembali ke angka tiga digit berada di tangan Presiden Donald Trump," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 31 Juli.

Selain itu, Ibrahim menyampaikan keyakinan pasar semakin meningkat bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan dan belum akan berkomitmen terhadap pelonggaran lebih lanjut, meskipun ada tekanan dari Presiden Donald Trump untuk menurunkan suku bunga.

"Tekanan dari Trump dapat menimbulkan perselisihan di antara para pembuat kebijakan The Fed. Gubernur Christopher Waller dan Michelle Bowman kemungkinan akan memberikan suara menentang keputusan Powell untuk mempertahankan suku bunga acuan," jelasnya.

Ibrahim menyampaikan terdapat beberapa tanda meredanya kondisi di pasar tenaga kerja, ditambah dengan kejelasan yang lebih lanjut tentang tarif Trump, juga dapat membuat The Fed lebih terbuka untuk akhirnya memangkas suku bunga acuan.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan eskalasi geopolitik menjadi tantangan global yang membuat target pertumbuhan ekonomi sedikit terhambat.

Namun, ia menyampaikan bahwa Pemerintah optimis dan terus mengakselerasi konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, hingga investasi lewat sejumlah stimulus sebagai strategi jangka pendek untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada 2025.

Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa semester kedua tahun 2025 harus mencapai 5,4 persen agar target sepanjang tahun (full year) 5,2 persen bisa tercapai.

Ibrahim menyampaikan kebijakan pendorong ekonomi yang akan digenjot pada semester II/2025 yaitu konsumsi pemerintah, terutama dengan mendorong akselerasi penyerapan belanja kementerian/lembaga (K/L) dengan anggaran besar.

"Apalagi, konsumsi pemerintah terkontraksi pada kuartal I/2025 (-1,38 persen) secara tahunan. Kontraksi itu akibat kebijakan efisien anggaran, namun kini Kementerian Keuangan akan membebaskan K/L untuk membelanjakan anggarannya," ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemerintah akan menggenjot investasi mulai dari dorong kinerja Kawasan Ekonomi Khusus, kredit investasi padat karya, perluas program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dari target pembangunan 220.00 menjadi 350.000 unit rumah, implementasi kredit program perumahan, hingga penyerapan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Ibrahim menyampaikan Pemerintah juga akan mendorong konsumsi rumah tangga dan daya beli melalui optimalisasi penyerapan program padat karya tunai hingga usulan paket stimulus ekonomi sektor pariwisata jelang liburan Natal dan Tahun Baru.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 31 Juli 2025 dalam rentang harga Rp16.390 - Rp16.450 per dolar AS.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+