أنشرها:

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) buka suara terkait pertumbuhan industri pengolahan yang melambat pada 2024.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengatakan, hal ini tak lepas dari kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan tumbuh sebesar 4,43 persen pada 2024 atau lebih rendah dibandingkan 2023 yang sebesar 4,64 persen.

Eko menilai, pihaknya akan terus memperhatikan aspek-aspek yang dapat berdampak ke pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya, baik dari kondisi makroekonomi maupun global.

"Kami tahu kondisi global sedang tidak baik-baik saja, yang pasti berdampak pada pertumbuhan industri kami," ujar Eko kepada wartawan saat ditemui di kantor Kemenperin, Rabu, 5 Februari.

Eko menegaskan, pihaknya juga akan terus menjaga pertumbuhan kinerja industri seluruh sektor. Adapun dia menegaskan, saat ini kinerja industri terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam dua bulan terakhir.

Hal tersebut tercerminkan dari indeks kepercayaan industri (IKI) dan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur RI yang berada di zona ekspansif.

"Terlihat di Januari ini naik dengan angka yang meyakinkan. Oleh karena itu, kami optimistis tahun ini bisa mengejar target pertumbuhan seperti yang sudah kami rencanakan," tegas Eko.

Adapun berdasarkan laporan terbaru S&P Global, Senin, 3 Februari, penguatan indeks tersebut terlihat dari variabel output dan permintaan baru yang terus meningkat.

Kondisi ini juga memicu penyerapan tenaga kerja lebih banyak.

Di samping itu, indeks kepercayaan industri (IKI) pada Januari 2025 juga menguat ke 53,10 atau naik 0,17 poin dari bulan sebelumnya, yang sebesar 52,93.

Nilai IKI tersebut juga meningkat 0,75 poin dibandingkan dengan IKI Januari 2024 sebesar 52,35.

Terdapat 20 subsektor industri yang ekspansif, sementara tiga lainnya terkontraksi yaitu industri minuman, industri komputer, barang elektronik dan optik serta industri pengolahan lainnya.

Subsektor yang ekspansi memiliki kontribusi sebesar 95,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan III-2024.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)