أنشرها:

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menegaskan seruannya untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tengah keputusan Presiden Donald Trump yang menetapkan Amerika Serikat akan mengenakan biaya sebesar 20 persen kepada kapal-kapal yang melintasi jalur laut tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterresmenerima landasan pemikiran tersebut negara anggota mana pun dapat mengenakan tarifterhadap kargo yang melintasi selat tersebut.

Dalam konferensi pers, Juru Bicara Sekretariat PBB Stephane Dujarric mengatakan posisi Sekjen Guterreskonsisten.

"Dia ingin melihat kebebasan navigasi di Selat Hormuz," kata Dujarric dilansir ANTARA dari Anadolu, Selasa, 14 Juli.

Pernyataan itumuncul di tengah aksi saling serang terbaru antara AS dan Iran padaakhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trumppun mengatakan AS sedang "memperbarui" blokadenya terhadap Iran serta akan mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk jaminan keselamatan.

Dujarric juga mengonfirmasipejabat yang memimpin Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jean Arnault, telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dalam kunjungan pertamanya ke Iran.

Dalam pertemuan itu, menurut Dujarric,Arnault memaparkan upaya PBB dalam implementasi Resolusi 1701 serta pandangannya mengenai tantangan yang akan dihadapi.

Arnaultjuga memintapandangan Iran mengenai situasi tersebut serta dukungan yang dapat diberikan oleh negara-negara di kawasan untuk mewujudkan aspirasi Lebanon akan perdamaian, kedaulatan, dan keutuhan wilayah.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz dan akan memungut biaya dari kapal-kapal lain yang melintas.

"Selat Hormuz TERBUKA, dan akan tetap TERBUKA, dengan atau tanpa Iran. Kami akan memberlakukan kembali BLOKADE IRAN—disebut demikian karena blokade ini hanya menghentikan kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar. Semua negara lain akan dapat menggunakan Selat tersebut secara adil dan terbuka," ujarnya dalam unggahan di Truth Social dilansir CNN, Senin, 13 Juli.

Trump menegaskan kembali AS akan bertindak sebagai "penjaga" Selat Hormuz dan akan memungut biaya dari perusahaan pelayaran komersial sebesar 20% dari nilai kargo mereka sebagai kompensasi bagi AS atas pengamanan selat tersebut.

"Mulai saat ini, AS akan dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ', namun sebagai konsekuensinya—dan demi KEADILAN—AS akan menerima penggantian biaya sebesar 20% dari nilai seluruh kargo yang diangkut, untuk menutupi segala biaya yang diperlukan dalam menjalankan tugas menjamin keselamatan dan keamanan di wilayah dunia yang sangat rawan konflik ini," katanya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+