JAKARTA – Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menyatakan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 berpotensi menjadi arena persaingan antara Gibran Rakabuming Raka dan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mendampingi Prabowo Subianto.
“Hasil pengamatan saya, Pilpres 2029 adalah pertarungan antara Wapres Gibran dan Menhan Sjafrie untuk mendampingi Presiden Prabowo,” ujar Ray dalam diskusi publik yang diselenggarakan DPP Indonesia Youth Congress di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, Senin 2 Maret.
Menurut Ray, Pilpres 2029 tidak akan mudah dimenangkan oleh Prabowo. Ia menilai sejumlah program yang saat ini dijalankan pemerintah mengalami penurunan performa, sehingga berpotensi memengaruhi tingkat dukungan publik ke depan.
Ray juga menyoroti kemunculan Sjafrie yang dinilai memiliki pola kemunculan politik “20 tahunan”, yang disebutnya mirip dengan pola konsolidasi kekuatan yang pernah dibangun Susilo Bambang Yudhoyono pada masanya.
Sementara itu, hasil survei terbaru Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029. Peneliti IPI, Abdan Sakura, menyebut beberapa nama yang masuk 10 besar antara lain Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam survei tersebut, Sjafrie berada di urutan ke-7 dengan elektabilitas 7,5 persen. Ia bersaing ketat dengan sejumlah kepala daerah, seperti Anies Baswedan (8,5 persen), Pramono Anung (7,8 persen), dan Dedi Mulyadi (7,9 persen).
Adapun puncak elektabilitas masih ditempati Prabowo Subianto dengan 22,3 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka (12,2 persen), dan Ganjar Pranowo (9 persen).
Abdan menjelaskan, kemunculan wajah-wajah baru tersebut dipengaruhi sejumlah faktor seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, serta visi-misi dan program kerja. Pada Sjafrie, misalnya, indikator kepemimpinan dan ketokohan mencapai 44 persen, rekam jejak 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen, serta integritas 10 persen.
관련 항목:
Ia menilai, meski nama-nama besar masih mendominasi persepsi publik, terdapat jarak antara tingkat kelayakan dan elektabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa pemilih semakin rasional dan belum sepenuhnya menjatuhkan pilihan, sehingga dinamika politik 2029 masih sangat terbuka, terutama jika terjadi perubahan koalisi atau absennya figur utama.
Survei IPI digelar pada 30 Januari–5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden berusia 17–65 tahun di 35 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)