JAKARTA – President Club, komunitas yang beranggotakan pengusaha, akademisi, dan pejabat pemerintah, kembali menggelar forum bisnis bertajuk “Global Shifts, Local Strategies: Bulgaria Meets Indonesia.” Kegiatan ini membahas pertumbuhan ekonomi serta strategi menghadapi dinamika perubahan global.
Forum yang berlangsung di President Lounge, Menara Batavia, Rabu 29 Oktober menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Bulgaria Nikolay Pavlov. Ia didampingi Duta Besar Republik Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, dan Kepala Kantor Perdagangan dan Ekonomi Kedutaan Besar Bulgaria, Daniel Dobrev.
Acara ini diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pengusaha, akademisi, dan pejabat pemerintahan.
Dalam pemaparannya, Pavlov menjelaskan bahwa Bulgaria merupakan salah satu negara di kawasan Eropa Tenggara dengan jarak sekitar 10.000 kilometer dari Jakarta. Ia menegaskan, ekonomi Bulgaria tumbuh stabil berkat fondasi kuat berupa iklim investasi yang kondusif, kerja sama internasional yang saling menguntungkan, tarif pajak kompetitif, pengembangan sumber daya manusia, serta transformasi digital di berbagai sektor.
“Kami terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Indonesia, baik dalam bidang perdagangan maupun investasi,” ujar Pavlov, Rabu 29 Oktober.
Menurut Pavlov, Bulgaria memandang Indonesia sebagai mitra potensial di kawasan Asia Tenggara karena memiliki ekonomi besar, sektor industri yang beragam, dan populasi muda yang dinamis.
Ia menilai dua sektor memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama, yakni pariwisata dan pendidikan.
Dalam bidang pariwisata, kerja sama dapat diperkuat melalui kemudahan perjalanan antarwarga guna meningkatkan arus wisatawan, sedangkan di sektor pendidikan, Bulgaria membuka peluang untuk program pertukaran pelajar.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, Prof. Budi Susilo Soepandji, menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi di bidang pendidikan sangat terbuka, terutama bagi President University.
“President University telah lama menjalankan program pertukaran pelajar dan menjadi rumah bagi mahasiswa asing dari berbagai negara,” ujarnya.
Berdasarkan data platform Izin Belajar Kemendikbudristek (Direktorat Jenderal Dikti Ristek), President University tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Indonesia.
Diskusi interaktif berlangsung hangat, terutama pada sesi tanya jawab yang menyoroti peluang konkret kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, dan pendidikan.
اقرأ أيضا:
Executive Director President Club, Prof Chandra Setiawan, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan menjadi jembatan untuk memperluas wawasan peserta mengenai kondisi ekonomi Bulgaria dan strategi pertumbuhannya.
“Melalui forum ini, kami berharap peserta dapat lebih mengenal Bulgaria, memahami prioritas ekonominya, serta menemukan peluang kolaborasi yang bisa dikembangkan bersama,” kata Prof. Chandra.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)