أنشرها:

JAKARTA - Eks Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong menyatakan kebebasannya akan dijadikan titik awal untuk menyuarakan mengenai sistem hukum yang lebih adil bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Perihal tersebut disampaikannya usai resmi menghirup udara bebas setelah menjalani penahanan selama 9 bulan terkait kasus korupsi impor gula pada Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Saya tidak ingin kemerdekaan saya hari ini menjadi akhir dari cerita, saya ingin ini menjadi awal dan tanggungjawab bersama," ujar Tom Lembong, Jumat, 1 Agustus.

Tak hanya menyuarakan, Tom bahkan menyatakan akan membantu jika diberikan kesempatan. Sehingga, sistem hukum yang menjunjung tinggi keadilan akan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

"Saya ingin menyuarakan mengingatkan dan bila mungkin membantu agar sistem hukum kita lebih adil lebih jernih dan lebih memihak kepada kebenaran, alih-alih pada kepentingan sempit tertentu," sebutnya.

Tom juga menyatakan akan terus semangat membangun bangsa. Sebab, di matanya, Indonesia merupakan negara yang besar dan sangat dipercaya.

"Saya masih sangat amat percaya pada negeri ini, pada bangsa Indonesia yang dari dulu saya percaya adalah bangsa terbaik di dunia. Saya masih amat mencintai republik ini," kata Tom.

Diketahui, Tom Lembong resmi bebas dari penahanan. Pembebasan itu setelah DPR menyetujui surat Presiden nomor R43/Pres072025 tanggal 30 Juli 2025 tentang permintaan pertimbangan DPR RI atas pemberian abolisi atas nama saudara Tom Lembong.

"Abolisi terhadap Tom Lembong. Nomor Pres R43/Pres 07 2025 tanggal 30 Juli 2025 atas pertimbangan persetujuan DPR RI tentang pemberian abolisi terhadap saudara Tom Lembong," kata Dasco.

Abolisi adalah penghapusan atau peniadaan suatu peristiwa pidana. Istilah ini terdapat dalam Pasal 14 UUD 1945 yang mengatur hak prerogatif atau hak istimewa presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPR


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)