Iran Luncurkan Rudal ke Israel Sebagai Respons Serangan ke Lebanon
JAKARTA - Iran meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel pada Minggu malam, serangan pertama sejak gencatan senjata yang rapuh pada awal April di tengah eskalasi setelah serangan Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut.
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengkonfirmasi serangan tersebut, mengatakan serangan akan berlanjut "jika Israel menanggapi serangan Iran atau tidak menghentikan serangannya terhadap Lebanon," melansir Anadolu (8/6).
Sementara itu, media berbahasa Ibrani melaporkan Tehran menembakkan tiga gelombang rudal ke arah Israel, sementara stasiun penyiaran publik Israel, KAN, mengatakan serangan itu melibatkan total 10 rudal balistik, termasuk salvo empat proyektil.
Laporan awal menunjukkan kerusakan di Kota Tiberias, Israel, sementara operasi di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv ditangguhkan.
Sementara itu, tentara Israel mengatakan sistem pertahanan udara mencegat rudal-rudal tersebut sebelum kemudian mengklaim semua proyektil telah ditembak jatuh.
Ledakan terdengar di atas Haifa dan Nazareth saat sistem pertahanan udara Israel menanggapi serangan tersebut, menurut seorang koresponden Anadolu.
KAN melaporkan pembatalan kelas di seluruh Israel dan mengutip pejabat Israel yang mengatakan Tel Aviv akan menanggapi serangan Iran.
اقرأ أيضا:
Channel 12 juga melaporkan seorang wanita Israel mengalami luka sedang saat menuju ke area terlindungi selama serangan rudal, sementara seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada stasiun televisi tersebut bahwa "tidak ada kemungkinan" Israel akan menahan diri untuk tidak membalas.
Eskalasi ini terjadi beberapa jam setelah serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 11 orang.
Serangan tersebut menandai serangan Israel ketiga di pinggiran selatan Beirut sejak gencatan senjata berlaku pada 17 April, setelah serangan sebelumnya pada 6 Mei dan 28 Mei.