Tak Sesuai Hasratnya, Trump Serang Pemberitaan CNN Soal Gencatan Senjata AS-Iran

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump bereaksi keras terhadap kinerja jurnalistik dengan menyerang wartawan CNN usai pengumuman gencatan senjata AS-Iran pada Selasa malam 8 April waktu setempat.

"Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh CNN World News adalah PENIPUAN, seperti yang diketahui CNN," kata Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social.

Trump kemudian asal menuding kepada CNN yang berkantor pusat di AS membuat pemberitaan berjudul "Iran mengklaim kemenangan, mengatakan telah memaksa AS untuk menerima rencana 10 poin" bersumber dari Nigeria.

"Pernyataan palsu itu dikaitkan dengan situs Berita Palsu (dari Nigeria) dan, tentu saja, segera diambil oleh CNN, dan disiarkan sebagai berita utama yang 'sah'," sambungnya.

Lagi-lagi Trump mengancam wartawan jika pemberitaan yang ditampilkan untuk publik tidak sesuai dengan keinginan Presiden ke-45 dan ke-47 AS tersebut.

"Pihak berwenang sedang berupaya menentukan apakah kejahatan telah dilakukan dalam penerbitan Pernyataan Palsu CNN World," kata Trump.

"Atau apakah itu ulah pemain jahat yang sakit jiwa?" sambungnya.

Gedung Putih ikut bersuara dengan pemberitaan CNN tersebut. "Pernyataan yang diduga oleh 'Iran' ini adalah PENIPUAN! Segera perbaiki!" tulis akun Tanggap Cepat Gedung Putih dalam akun X-nya.

Terpisah, menurut media Newsweek, CNN melalui juru bicaranya menjelaskan lewat email bahwa "pernyataan yang dimaksud diperoleh CNN dari pejabat Iran dan dilaporkan di beberapa media pemerintah Iran. Kami menerima pernyataan tersebut dari juru bicara resmi Iran tertentu yang kami kenal."

Pernyataan yang dimaksud CNN kemungkinan dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, yakni badan yang memiliki kewenangan lebih tinggi daripada Menteri Luar Negeri negara itu.

Adapun Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran kurang dari dua jam dari ancaman Presiden AS itu akan menghancurkan "seluruh peradaban" di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka hingga pukul 20.00 Selasa 8 April waktu setempat.

Dalam ancamannya itu, Trump memperingatkan bahwa Iran dapat "dihancurkan" dalam satu malam. Kepala negara AS tersebut juga memperingatkan "setiap jembatan" dan "setiap pembangkit listrik" di Iran akan dihancurkan jika Iran tidak memenuhi tuntutan AS dalam tenggat waktu yang telah ditetapkan.