Tolak Disetir Trump, Zelenskyy tak akan Serahkan Tanah Wilayahnya ke Rusia
JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan kembali penolakannya yang kuat untuk menyerahkan wilayah mana pun. Zelenskyy menolak tekanan Amerika Serikat (AS) terkait proposal perdamaian dan menggalang lebih banyak dukungan Eropa.
“Tidak diragukan lagi, Rusia bersikeras agar kita menyerahkan wilayah. Jelas, kita tidak ingin menyerahkan apa pun. Itulah yang kita perjuangkan,” kata Zelenskyy dilansir ABC News, Rabu, 10 Desember.
“Apakah kita mempertimbangkan untuk menyerahkan wilayah mana pun? Menurut hukum, kita tidak memiliki hak seperti itu,” katanya.
“Menurut hukum Ukraina, konstitusi kita, hukum internasional, dan jujur saja, kita juga tidak memiliki hak moral,” sambung Zelenskyyy.
Dalam wawancara dengan Politico yang dipublikasikan pada Selasa, Presiden AS Donald Trump mendesak Zelenskyy untuk menerima proposal AS agar Ukraina menyerahkan wilayah kepada Rusia, dengan alasan Moskow memiliki "keunggulan" dalam invasi yang telah berlangsung hampir 4 tahun, dan pemerintah Zelenskyy harus "bermain sesuai aturan."
اقرأ أيضا:
Zelenskyy bertemu di Roma dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, membahas kemajuan proses perdamaian, kata kantornya. Mereka menekankan pentingnya persatuan AS dan Eropa serta solusi “yang akan berdampak pada keamanan benua,” kata pernyataan itu.
Mereka juga membahas “pengembangan jaminan keamanan yang kuat untuk mencegah agresi di masa depan dan mempertahankan tekanan pada Rusia untuk bergabung dalam meja perundingan dengan iktikad baik,” katanya.