Kenali 3 Tanda Tubuh Butuh Detoks Media Sosial

JAKARTA - Di era yang serba digital saat ini, media sosial menjadi salah satu bagian utama dari kehidupan hampir setiap orang. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur, banyak waktu yang dihabiskan untuk berselancar di media sosial.

Berselancar di media sosial memang merupakan hal yang menyenangkan. Namun, dalam melakukan kegiatan ini harus ada batasan, karena jika berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, hingga dibutuhkan detoks media sosial.

Dikutip dari Hello Magazine, pada Rabu, 29 Oktober 2025, detoks media sosial adalah upaya sukarela untuk mengurangi atau berhenti sementara dari penggunaan media sosial guna meningkatkan kesehatan mental dan fokus.

Terdapat beberapa hal yang terjadi pada tubuh seseorang, yang menandakan ia butuh detoks media sosial, sebagai berikut ini.

1. Gelisah saat tidak membuka media sosial

Pernahkah Anda merasa gelisah saat tidak membuka ponsel hanya beberapa menit demi bisa terus melihat media sosial? Jika ya, maka ini bisa menjadi tanda Anda memerlukan detoks media sosial.

Pada kondisi ini akan terjadi kecemasan dan membuat seseorang terus mencari validasi dari interaksi digital. Saat notifikasi berhenti, otak yang terbiasa dengan sanjungan likes atau komentar akan memunculkan rasa tidak tenang, dan mirip dengan gejala kecanduan ringan.

2. Suka membandingkan diri dengan orang lain

Salah satu efek yang cukup berbahaya dari media sosial adalah kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Manusia secara alami memang menilai dirinya dan membandingkan dengan orang lain.

Namun, media sosial memperparah kondisi tersebut, karena kita hanya melihat versi terbaik dari kehidupan orang lain, yang membuat kita menginginkannya. Padahal, kehidupan orang lain tersebut tak selamanya sama seperti yang diposting di media sosial.

Kondisi tersebut dapat menurunkan harga diri dan meningkatkan risiko terjadinya depresi ringan. Oleh karena itu, jika sudah mengalaminya maka Anda butuh waktu untuk rehat sejenak dari media sosial.

3. Sulit fokus dan produktivitas menurun

Tanda lainnya Anda membutuhkan detoks media sosial adalah kesulitan untuk fokus dan produktivitas menurun dalam melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Hal ini terjadi karena Anda hanya fokus pada media sosial.

Jika Anda merasa waktu habis begitu saja tanpa sadar saat berselancar di media sosial, pekerjaan terbengkalai, atau kesulitan menyelesaikan satu tugas tanpa membuka ponsel, maka jelas Anda mengalami overstimulasi digital dan memerlukan detoks.

Bagi Anda yang baru memulai untuk melakukan detoks media sosial, Anda dapat memulainya dengan membatasi waktu penggunaan media sosial sekitar 30 menit per hari. Langkah ini terbukti dapat meningkatkan konsentrasi dan kualitas tidur.