Magnus Carlsen Buat Sejarah Jadi Juara Piala Dunia Catur Esport Pertama
JAKARTA - Magnus Carlsen berhasil membuat sejarah menjadi pecatur pertama di dalam sejarah yang memenangi Piala Dunia Catur Esport setelah mengalahkan Alireza Firouzja.
Pecatur nomor satu dunia asal Norwegia tersebut membawa pulang trofi setelah memenangi tiga gim terakhir melawan Firouzja dalam Grand Final yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada Jumat, 1 Agustus.
"Ini adalah pertunjukan yang luar biasa, tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat," kata Carlsen sesaat sebelum mengangkat trofi ke atas panggung.
Hasil ini membuat Carlsen membawa timnya, Team Liquid, memimpin klasemen secara keseluruhan. Ia pun berhak mengeklaim hadiah utama sebesar 250 ribu US dolar atau setara Rp4,1 miliar.
Bentrok final digelar dalam format best-of-three-set. Dua set masing-masing terdiri dari empat game dan satu set penentuan akan berlangsung dalam dua game jika diperlukan.
Namun, Carlsen menyelesaikan semuanya hanya dalam dua set. Dia berhasil mencatat kemenangan 3-1 sebanyak dua kali dan menutup pertandingan dengan skor akhir 2-0.
Hasil ini membuat pecatur yang berusia 34 tahun tersebut tak perlu lagi memainkan set ketiga dalam format best-of-three-set.
Sebelum pertandingan final, Firouzja dari Team Falcons belum pernah kalah satu game pun selama turnamen. Di lain sisi, Carlsen sendiri sempat kalah dua kali dari Nakamura di semifinal sebelum akhirnya menang 4-3 di laga itu.
اقرأ أيضا:
Kesuksesan ini sekaligus mempertegas dominasi Carlsen di dalam dunia catur. Sebelum menjadi juara dunia pertama di ranah digital, ia adalah juara dunia lima kali di catur klasik.
Adapun dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, Grandmaster Hikaru Nakamura mengalahkan Grandmaster Arjun Erigaisi dengan skor 3.5-2.5.
Catur termasuk salah satu cabang terbaru yang dipertandingkan dalam Piala Dunia Esport (EWC) 2025 di Arab Saudi. Alasan utama catur masuk kategori esports karena turnamennya bisa dimainkan secara daring.