Cukup Minum Air Putih, Ternyata Bisa Membantu Menurunkan Risiko Kecemasan dan Depresi

YOGYAKARTA - Menjaga kesehatan mental sering kali dikaitkan dengan olahraga, tidur yang cukup, dan kemampuan mengelola stres. Namun, ada satu kebiasaan sederhana yang kerap luput dari perhatian, yaitu minum air putih yang cukup setiap hari. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hidrasi yang baik tidak hanya penting bagi kesehatan fisik, tetapi juga dapat berperan dalam menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas air. Cairan ini dibutuhkan untuk berbagai fungsi penting, mulai dari mengatur suhu tubuh, membantu sirkulasi darah, hingga mendukung kinerja otak. Saat tubuh mengalami kekurangan cairan, berbagai fungsi tersebut dapat terganggu. Bahkan dehidrasi ringan dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan performa mental yang pada akhirnya dapat memengaruhi suasana hati seseorang.

Ketertarikan para ilmuwan terhadap hubungan antara hidrasi dan kesehatan mental pun semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang kurang terhidrasi cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang kebutuhan cairannya terpenuhi dengan baik. Para peneliti menduga bahwa kekurangan cairan dapat memengaruhi sistem di otak yang berperan dalam mengatur emosi dan respons terhadap stres.

Selain kecemasan, hubungan antara konsumsi air putih dan depresi juga menjadi perhatian para peneliti. Salah satu penelitian diterbitkan dalam World Journal of Psychiatry oleh Fahimeh Haghighatdoost, melibatkan 3.327 orang dewasa untuk melihat hubungan antara konsumsi air putih dan kondisi kesehatan mental.

Ilustrasi temuan penelitian cukup minum air putih bisa membantu menurunkan risiko kecemasan dan depresi (Freepik)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi air putih dalam jumlah lebih sedikit memiliki kemungkinan mengalami depresi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang minum air lebih banyak setiap hari. Temuan ini tetap terlihat bahkan setelah peneliti memperhitungkan berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti usia, indeks massa tubuh, tingkat aktivitas fisik, dan pola makan.

Menariknya, para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi air putih yang rendah berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan depresi. Dalam laporan penelitian tersebut disebutkan bahwa individu yang minum kurang dari dua gelas air per hari memiliki peluang mengalami depresi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi lima gelas atau lebih setiap hari. Temuan inilah yang membuat para peneliti menilai bahwa hidrasi mungkin menjadi salah satu faktor yang turut berperan dalam kesehatan psikologis seseorang.

Meski demikian, para ilmuwan mengingatkan bahwa penelitian tersebut bersifat observasional. Artinya, penelitian hanya menunjukkan adanya hubungan antara dua kondisi, bukan membuktikan bahwa kurang minum air secara langsung menyebabkan depresi. Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami apakah peningkatan konsumsi air putih benar-benar dapat membantu menurunkan risiko depresi secara langsung.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa bukti ilmiah mengenai depresi saat ini tampak lebih kuat dibandingkan kecemasan. Dalam studi yang dilakukan Fahimeh Haghighatdoost dan timnya, hubungan antara konsumsi air putih dan depresi tetap signifikan setelah berbagai faktor diperhitungkan. Sementara itu, hubungan dengan kecemasan menjadi lebih lemah setelah penyesuaian statistik dilakukan. Karena itu, para ahli menilai bahwa kaitan antara hidrasi dan depresi saat ini lebih meyakinkan dibandingkan kaitannya dengan kecemasan.

Meski belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan mengapa hidrasi memengaruhi suasana hati. Melansir Psychology Today, Senin, 8 Juni, otak membutuhkan keseimbangan cairan yang baik agar dapat menjalankan berbagai fungsi penting secara optimal. Saat tubuh mengalami dehidrasi, seseorang dapat lebih mudah merasa lelah, sulit fokus, dan mengalami penurunan energi. Kondisi-kondisi tersebut diketahui dapat memengaruhi kesejahteraan emosional dan kualitas hidup sehari-hari.

Kabar baiknya, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Anda dapat mulai dengan membiasakan minum air putih saat bangun tidur, membawa botol minum ketika beraktivitas, dan tidak menunggu hingga rasa haus muncul. Selain membantu menjaga fungsi tubuh, kebiasaan sederhana ini juga dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan mental secara keseluruhan.

Pada akhirnya, kesehatan mental tidak selalu bergantung pada perubahan besar. Terkadang, kebiasaan sederhana seperti memenuhi kebutuhan cairan harian juga dapat memberikan manfaat yang tidak terduga. Meski air putih bukan solusi tunggal untuk mencegah kecemasan atau depresi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa hidrasi yang baik berkaitan dengan kondisi psikologis yang lebih sehat. Karena itu, memastikan tubuh mendapatkan cukup air setiap hari merupakan langkah kecil yang layak dipertahankan untuk mendukung kesehatan mental dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.