Suzuki Bidik Afrika, Targetkan Penjualan Naik 20 Persen

JAKARTA - Suzuki Motor Corp. mulai melirik Afrika sebagai pasar besar berikutnya. Produsen mobil asal Jepang itu menargetkan penjualan di benua tersebut naik sekitar 20 persen menjadi 150.000 unit pada tahun fiskal 2030.

Disadur dari laporan Kyodo News, Sabtu, 6 Juni, Suzuki melihat Afrika sebagai “India berikutnya”. Maksudnya jelas: pasar besar, kondisi jalan tidak selalu mulus, dan konsumen membutuhkan mobil yang kuat, irit, serta harganya masih masuk akal.

Bagi Suzuki, Afrika bukan pasar kecil. Jumlah penduduknya sudah melampaui 1,5 miliar jiwa, lebih besar dari India. Pada 2050, populasi Afrika diperkirakan mencapai 2,5 miliar jiwa.

Saat ini, pasar kendaraan baru di Afrika sekitar 1,4 juta unit per tahun. Suzuki menjual sekitar 127.000 unit di kawasan itu. Sebagian besar mobilnya diproduksi di India, yang secara geografis lebih dekat ke Afrika dibanding Jepang. Pangsa pasar Suzuki di Afrika sekitar 9 persen.

Suzuki kini fokus menggarap Afrika Sub-Sahara. Di Pantai Gading, penjualan Dzire terus tumbuh. Mobil kompak hemat bahan bakar itu diminati karena permintaan layanan transportasi online meningkat, sementara pilihan transportasi umum masih terbatas.

Di Afrika Selatan, model Fronx menjadi salah satu andalan. SUV ini diminati karena performa berkendaranya dinilai baik. Suzuki juga melihat Nigeria dan Ethiopia sebagai pasar menjanjikan karena penduduk dan ekonominya diperkirakan tumbuh cepat.

Pola ini bukan hal baru bagi Suzuki. Pada 1980-an, perusahaan itu lebih dulu masuk ke India dibanding banyak pesaingnya. Hasilnya besar. Suzuki kemudian menjadi produsen mobil terkemuka di negara tersebut.

Kini resep itu dicoba lagi di Afrika. Masuk lebih awal, membangun jaringan, dan merawat pasar. Tidak mewah, tetapi cocok dengan karakter Suzuki yang kuat di mobil kecil dan pasar berkembang.

Menurut Kyodo News, Suzuki tahun lalu menjadi sponsor salah satu kompetisi sepak bola populer di Afrika untuk memperkuat pengenalan merek. Perusahaan juga berencana menambah dealer serta bengkel perawatan.

Namun jalan Suzuki tidak akan lengang. Produsen mobil China juga makin agresif masuk Afrika. Persaingan diperkirakan makin panas setelah pada Januari terungkap Chery Automobile Co. berencana mengambil alih pabrik Nissan Motor Co. di Afrika Selatan.

Afrika mulai dilihat sebagai pasar baru yang sulit diabaikan. Pasarnya belum sebesar China, Amerika Serikat, atau Eropa. Tetapi ruang tumbuhnya lebar. Konsumennya bertambah. Ekonominya bergerak. Kebutuhan mobil terjangkau juga masih besar.

Yusuke Kato, pejabat eksekutif Suzuki yang menangani bisnis Afrika, mengatakan perusahaan ingin membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

“Kami ingin menumbuhkan kepercayaan dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan,” ujarnya.