Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Dicopot Presiden Prabowo
YOGYAKARTA - Profil Dadan Hindayana kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot dirinya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Posisi Dadan kini resmi digantikan oleh Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Lantas, seperti apa perjalanan sosok yang pernah memimpin lembaga strategis nasional ini?
Profil Dadan Hindayana
Siapa Dadan Hindayana?
Dilansir dari laman Wikipedia, Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Ia dikenal luas di kalangan akademisi sebagai pakar entomologi yang fokus pada ilmu yang mempelajari serangga dari Institut Pertanian Bogor.
Latar Belakang Pendidikan
Dadan menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Setelah menyelesaikan jenjang S1, ia melanjutkan S2 di University of Bonn, Jerman, dan lulus pada 1997. Ia kemudian meneruskan studi di Leibniz Universität Hannover, Jerman, dan lulus pada tahun 2000. Keduanya ia tempuh dengan fokus di bidang entomologi terapan.
Karier Akademik sebagai Guru Besar IPB
Sejak 1992, Dadan mengabdi sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB. Ia mengajar di program pascasarjana pada prodi Entomologi, Fakultas Pertanian, dan dikenal produktif menghasilkan publikasi ilmiah yang banyak disitasi para peneliti.
Baca juga:
Rekam Jejak Karier Sebelum Masuk BGN
Perjalanan karier Dadan di luar mengajar bermula saat ia dipercaya mengisi posisi strategis di kampus. Ia tercatat pernah menjadi Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi (2001–2002), Direktur Direktorat Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang (2003–2008), dan Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama (2007–2008).
Baca juga: Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Petugas dan Dibawa ke Kejagung
Karier Dadan berlanjut ketika ia menjadi Ketua Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau, Halmahera Utara, dari 2014 hingga 2022.
Dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Pada 19 Agustus 2024, Dadan Hindayana dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, menjadikannya pimpinan pertama lembaga tersebut. BGN sendiri merupakan lembaga baru yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024.
Tugas Dadan bukan main-main, karena diamanahkan mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas terbesar pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kontroversi Selama Memimpin BGN
Selama hampir satu setengah tahun menjabat, kepemimpinan Dadan tidak lepas dari sorotan. Salah satu yang paling memantik reaksi publik adalah kebijakan pengadaan kendaraan sepeda motor trail listrik yang diduga menggunakan anggaran hingga miliaran rupiah per unit, serta pengadaan kaos kaki untuk petugas SPPG dan laptop.
Terbaru, Dadan juga sempat merencanakan program MBG diperluas hingga ke Arab Saudi, yang diklaim mendapat sambutan dari pihak sekolah Indonesia di sana. Pernyataan ini langsung memantik perdebatan di publik.
Alasan Pencopotan oleh Presiden Prabowo
Pencopotan didasarkan pada evaluasi Presiden Prabowo selama satu setengah tahun terhadap program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi menemukan sejumlah masalah, termasuk kedisiplinan SOP, tata kelola, dan kualitas makanan BGN.
Dadan sendiri menerima keputusan itu dengan lapang. Menurutnya, pergantian ini merupakan hak mutlak Presiden Prabowo, dan ia mengucap terima kasih atas kesempatan mengemban jabatan selama satu setengah tahun terakhir.
Selain profil Dadan Hindayana, ikuti terus perkembangan berita seputar tokoh nasional, kebijakan pemerintah, dan isu-isu penting lainnya hanya di VOI, media digital terpercaya yang menghadirkan informasi aktual setiap harinya.