Indonesia - Maroko Jajaki Kolaborasi Musik Andalusi dan Gambus
JAKARTA — Musik gambus dan kasidah bisa menjadi pintu baru hubungan budaya Indonesia-Maroko. Gagasan itu muncul saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon bertemu Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni.
Pertemuan itu membahas potensi kerja sama budaya kedua negara, terutama pengembangan musik tradisional. Salah satu yang disorot ialah kemungkinan mempertemukan musik Andalusi dari Maroko dengan gambus dan kasidah yang hidup di Indonesia.
Fadli mengatakan Indonesia dan Maroko memiliki kedekatan historis yang bisa menjadi dasar penguatan hubungan bilateral. Kedekatan itu dinilai dapat diperluas melalui kerja sama kebudayaan yang lebih konkret.
“Musik tradisional Andalusi dari Maroko mungkin selaras dengan musik gambus dan kasidah di Indonesia. Ke depannya, Indonesia dan Maroko dapat menjalin kerja sama budaya melalui dua genre musik tersebut,” kata Fadli.
Ia juga membuka peluang kolaborasi pemain musik gambus dan musik Andalusi dalam satu panggung. Bukan sekadar pertunjukan, kerja sama itu bisa diarahkan menjadi diplomasi budaya yang lebih hidup dan mudah diterima publik.
Baca juga:
Fadli turut mendorong percepatan nota kesepahaman atau MoU antara Indonesia dan Maroko. MoU adalah dokumen kesepahaman awal sebagai dasar kerja sama. Cakupannya bisa meliputi kebudayaan, ekonomi kreatif, tradisi, hingga kearifan lokal.
Menurut Fadli, kerja sama itu perlu diterjemahkan ke program nyata, seperti residensi seniman, pertunjukan musik tradisional, dan konferensi budaya.
Duta Besar Maroko Redouane Houssaini menyebut ada tiga ruang kolaborasi yang bisa digarap. Yakni penguatan ekonomi berbasis budaya, promosi kebudayaan, serta kerja sama antarlembaga seperti museum.
“Kita dapat terus berusaha untuk mempromosikan kebudayaan kita. Melalui persahabatan yang berlandaskan penghormatan, kita dapat melakukan yang terbaik untuk memajukan budaya negara masing-masing,” kata Houssaini.
Pertemuan itu juga dihadiri Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti serta Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya.
Fadli berharap kerja sama Indonesia dan Maroko dapat segera ditindaklanjuti melalui program residensi seniman, pertunjukan musik tradisional, konferensi budaya, serta kerja sama museum.