AS Disebut Balikin Aset USD12 Miliar Iran Jika Perundingan Hasilkan Kesepakatan

JAKARTA - Televisi Pemerintah Iran melaporkan draf negosiasi AS-Iran mencangkup kesepakatan untuk melepaskan aset beku milik Republik Islam senilai USD12 miliar.

Laporan itu disebut mengutip draf "tidak resmi" dari dokumen negosiasi yang diusulkan AS.

"Amerika Serikat telah berjanji untuk memberi Iran akses penuh ke asetnya senilai 12 miliar dolar AS dalam waktu 60 hari, sehingga sumber daya ini dapat ditransfer dan dibelanjakan di bank-bank tujuan yang diinginkan Iran tanpa batasan," demikian laporan televisi Pemerintah Iran diberitakan AFP pada Minggu 31 Mei.

Kabar ini meluncur setelah Presiden Donald Trump membocorkan rincian draf perundingan AS-Iran yang elemen-elemen kuncinya dibantah oleh sumber-sumber Iran.

Trump bersikeras bahwa "tidak ada uang yang akan ditukar, sampai pemberitahuan lebih lanjut," yang segera dibantah oleh media Iran mengutip sumber-sumber mengetahui informasi tersebut.

Awal pekan lalu, sebuah sumber mengatakan kepada AFP bahwa kepala bank sentral Iran adalah bagian dari delegasi yang mengunjungi Qatar “untuk membahas masalah dana yang dibekukan [AS], yang dibahas dalam MoU sebagai bagian dari kesepakatan akhir.”

Televisi Pemerintah Iran yang melaporkan kabar ini pada Sabtu 30 Mei, juga mengatakan bahwa Iran akan terus mengelola Selat Hormuz, yang telah diblokade Republik Islam dan mengguncang pasar global imbas serangan AS-Israel sejak 28 Februari.