Tak Hanya Lenteng Agung, Wagub DKI Sebut Jalan Amblas Juga Berpotensi di Wilayah Lain

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memperkirakan wilayah yang berpotensi mengalami jalan amblas tak hanya terjadi di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dengan kondisi yang sama, jalan amblas juga bisa terjadi di wilayah lain.

"Artinya yang menjadi catatan saya, mungkin saja terjadi sinkhole itu bukan hanya di daerah-daerah itu. Karena ini rembesan air yang kita enggak tahu, wallahualam akan terjadi di Jakarta," kata Rano di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Mei malam.

Rano mengakui kapasitas dan jumlah petugas di lapangan belum cukup memadai untuk memantau kondisi infrastruktur yang sudah harus ditangani. Oleh sebab itu, Rano berterima kasih kepada warga yang ikut membantu menginformasikan peristiwa tersebut.

Lebih lanjut, Rano menekankan Pemprov DKI telah melakukan penanganan sementara sejak peristiwa itu terjadi. Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah diperintahkan untuk menutup saluran air menggunakan pelat baja, sebelum dilakukan perbaikan permanen.

"Makanya sinkhole kemarin dari malam saya sudah hubungi dinas sumber daya air untuk segera menangani itu. Cuman memang begitu dilihat, ini memerlukan alat berat karena nggak mungkin dia tidak dikeruk," tutur Rano.

"Tapi alhamdulillah hari ini tidak sempurna, tapi minimal bisa menambah frekuensi perjalanan tidak menjadi semakin kecil karena kita tutup dengan dengan plat baja, itu, itu membantu perjalanan," ujarnya.

Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok, Jakarta Selatan, amblas pada Kamis, 28 Mei, menyebabkan kemacetan parah di kawasan tersebut. Dua lajur jalan di dekat Gang Empang, depan Bengkel Alpino Knalpot, tak dapat dilintasi kendaraan.

Akibatnya, kemacetan mengular karena arus kendaraan menuju Universitas Indonesia (UI) dan Depok tersendat akibat penyempitan jalan. Pemprov DKI Jakarta pun menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Untuk sementara, satu lajur paling kanan sementara masih dibuka untuk kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat tujuan Depok dialihkan untuk putar balik di Perlintasan Kereta Api Universitas Pancasila.

Kendaraan roda empat kemudian diarahkan melalui Jalan Lenteng Agung Barat, Jalan Kahfi II, Jalan Tanah Baru hingga menuju Depok Sawangan. Sedangkan kendaraan bertonase besar dialihkan dari Simpang TB Simatupang menuju Tol Depok-Antasari atau melalui Jalan Raya Bogor dan Tol Jagorawi.

Sebenarnya, kerusakan jalan sebenarnya sudah terdeteksi sejak Rabu, 27 Mei. Saat itu, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan sempat melakukan penanganan awal menggunakan material coldmix sebelum kondisi jalan akhirnya ambles lebih parah.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Santo mengungkapkan, di bawah ruas Jalan Raya Lenteng Agung terdapat crossing saluran penghubung (PHB) UI berupa honk atau saluran lama.

"Jalan amblas dengan lebar sekitar 3 meter tersebut diduga terjadi akibat kerusakan konstruksi saluran air yang berada di bawah badan jalan. Saluran tersebut merupakan infrastruktur lama yang mengalami penurunan kondisi konstruksi akibat musim hujan," ujar Santo.

Sebagai penanganan darurat, Dinas SDA menutup bagian jalan yang ambles menggunakan plat baja sementara pada Jumat pagi. Alat berat juga telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses perbaikan.

Perbaikan permanen dijadwalkan dimulai pada Jumat malam agar tidak memperparah kemacetan di jam sibuk. Dinas SDA akan mengganti konstruksi saluran lama dengan box culvert beton selebar 2 meter sepanjang 16 meter.

"Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 2–3 hari," tutur Santo.