Luar Biasa, Petenis Remaja Joao Fonseca Tumbangkan Novak Djokovic di French Open 2026

JAKARTA - Kejutan terjadi, Novak Djokovic tersingkir dari French Open 2026 setelah kalah dari petenis remaja Joao Fonseca yang berusia 20 tahun lebih muda darinya, pada babak ketiga Roland Garros, Sabtu WIB.

Juara 24 kali Grand Slam itu tak mampu mengadang petenis 19 tahun asal Brasil tersebut yang bangkit dari ketertinggalan dua set untuk menang dengan skor 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5 setelah empat jam 53 menit.

"Sebenarnya saya tidak percaya saya bisa menang. Saya hanya bermain, saya hanya menikmati berada di lapangan," kata Fonseca usai pertandingan dikutip Antara dari ATP.

"Sungguh menyenangkan bisa bertanding melawannya. Ini pertama kalinya saya bertanding melawannya, jadi saya hanya berterima kasih kepadanya dan saya sangat bahagia.

Novak Djokovic mengucapkan selamat pada petenis remaja Joao Foseca asal Brasil yang berhasil menumbangkannya di French Open 2026. (Instagram @joaoffonseca)

Setelah kekalahan mengejutkan Jannik Sinner dari Juan Manuel Cerundolo pada Kamis (28/9), Fonseca bangkit mengalahkan Djokovic untuk menambah intrik dalam salah satu undian turnamen Grand Slam yang paling terbuka dalam beberapa waktu terakhir.

Fonseca hanya berjarak lima poin dari kekalahan saat melakukan servis pada kedudukan 3-4, 15/40 di set keempat, tetapi unggulan ke-28 itu berhasil menangkis dua break point tersebut dan memanfaatkan momentum itu untuk memaksa set penentu.

Djokovic terkadang tampak kesulitan secara fisik di antara poin-poin, tetapi petenis berusia 39 tahun itu dengan cepat unggul 3-1 di set kelima.

Namun Fonseca kembali berjuang, memenangi enam dari delapan gim terakhir untuk mencatat kemenangan gemilang di Philippe-Chatrier. Ini adalah kemenangan keduanya melawan peringkat 10 besar setelah mengalahkan Andrey Rublev di Australian Open 2025.

"Saya tidak memikirkan perubahan kondisi. Saya hanya mencoba memukul bola secepat mungkin. Maksud saya Djokovic, dia tidak pernah meleset. Kita masih mengira dia berusia 20 tahun. Di akhir pertandingan, saya pikir dia lebih bugar daripada saya, sungguh gila," kata Fonseca.

"Tapi saya merasa saat hari semakin gelap, permainan menjadi sedikit lebih lambat dan bagi saya itu lebih baik karena saya bisa menghasilkan sedikit lebih banyak tenaga."

Dengan kemenangan dalam pertemuan pertamanya di level tur melawan Djokovic, Fonseca menjadi petenis remaja pertama yang mengalahkan petenis Serbia itu di ajang Grand Slam.

Kini melaju ke babak keempat di turnamen utama untuk pertama kalinya, Fonseca akan menghadapi unggulan ke-15 Casper Ruud atau unggulan ke-24 Tommy Paul untuk memperebutkan tempat di perempat final di Paris.

Menurut statistik ATP, Fonseca mencetak dua winner lebih sedikit, yakni 68 berbanding 70, dan sembilan kesalahan sendiri lebih banyak, yakni 47-39, daripada Djokovic.

Namun, ia mampu meningkatkan level permainannya di momen-momen krusial. Djokovic mengancam untuk memaksa tie-break penentu, tetapi Fonseca segera melepaskan tiga ace berturut-turut untuk menyelesaikan dengan kemenangan.

Ini adalah kali kedua Djokovic kalah setelah unggul dua set. Hal itu pernah terjadi juga di Roland Garros, melawan Jurgen Melzer pada 2010.