Mengetahui Manfaat Jamur Tiram untuk Tubuh, Tak Kalah dari Suplemen Mahal

YOGYAKARTA - Tidak banyak orang menyadari bahwa manfaat jamur tiram untuk tubuh sangat banyak. Padahal, jamur ini mudah ditemukan di pasar dengan harga yang sangat terjangkau.

Jamur tiram bukan sekadar bahan masakan pelengkap. Di balik teksturnya yang lembut, tersimpan kandungan nutrisi yang mumpuni untuk mendukung kesehatan sehari-hari. Layak untuk mulai dimasukkan ke menu harian Anda.

Kandungan Gizi Jamur Tiram Sekilas

Dilansir dari laman Healthline, dalam satu cangkir atau sekitar 86 gram jamur tiram mentah, terkandung sekitar 28 kalori, 3 gram protein, dan 2 gram serat. Nyaris tanpa lemak, dan rendah karbohidrat.

Jamur ini juga kaya niasin, asam pantotenat, folat, kalium, zat besi, hingga seng. Dengan profil nutrisi seperti itu, wajar kalau jamur tiram sering disebut daging nabati oleh para pencinta gaya hidup sehat.

Manfaat Jamur Tiram untuk Tubuh

  • Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Jamur tiram mengandung senyawa bernama pleuran, sejenis beta-glucan yang terbukti bersifat imunomodulator. Artinya, senyawa ini membantu tubuh merespons infeksi dengan lebih efektif.

Manfaat ini bukan sekadar klaim, namun sejumlah riset sudah membuktikannya.

Sebuah studi 8 minggu menemukan bahwa konsumsi ekstrak jamur tiram mampu mengaktifkan interferon-γ, molekul kunci dalam sistem imun tubuh. Hasilnya cukup menjanjikan.

  • Membantu Mengontrol Kadar Kolesterol

Kandungan beta-glucan dalam jamur tiram bekerja di usus untuk menekan produksi kolesterol LDL. Menariknya, kadar beta-glucan pada jamur tiram dua kali lebih tinggi dibanding jamur kancing biasa.

Sebuah uji klinis menemukan bahwa konsumsi sup jamur tiram selama 21 hari berhasil menurunkan trigliserida dan kolesterol total secara nyata. Hasilnya memang perlu riset lanjutan, tapi cukup meyakinkan untuk dicoba.

Baca juga: Penyebab Urat Tangan Menonjol, Apa Saja? Simak Ulasannya di Sini

  • Mendukung Kesehatan Pencernaan

Serat dalam jamur tiram berperan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jamur ini menekan pertumbuhan bakteri patogen sekaligus meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek yang menyehatkan. Perlu diketahui, usus yang sehat adalah fondasi tubuh yang prima.

  • Membantu Menjaga Kadar Gula Darah

Beta-glucan dalam jamur tiram memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga gula darah tidak melonjak tajam setelah makan.

Sebuah studi pada penderita diabetes tipe 2 mencatat penurunan gula darah puasa hingga 22% setelah rutin mengonsumsi jamur tiram selama 7 hari. Angka yang tidak bisa diabaikan.

Indeks glikemiknya yang rendah menjadikan jamur ini aman dikonsumsi setiap hari, termasuk bagi Anda yang sedang memantau kadar gula.

  • Sumber Antioksidan Alami

Jamur tiram mengandung ergothioneine, asam amino dengan efek antioksidan yang kuat. Senyawa ini membantu tubuh melawan radikal bebas yang merusak sel dan mempercepat penuaan.

Manfaat ini tidak boleh diremehkan begitu saja. Selain itu, terdapat pula senyawa fenolik seperti asam galat dan naringenin yang turut melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

Merebus, menumis, atau kukus adalah metode terbaik mengolah jamur tiram agar nutrisinya tetap terjaga. Dan hindari menggoreng dengan minyak berlebihan. Porsi 100–150 gram per hari sudah cukup untuk merasakan manfaatnya.

Untuk penyimpanan, simpan jamur tiram segar di kulkas dalam wadah tertutup agar tidak cepat layu. Pengolahannya yang mudah membuat tidak ada alasan untuk menundanya.

Itulah berbagai manfaat jamur tiram untuk tubuh yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Untuk artikel gaya hidup sehat lainnya yang informatif dan terpercaya, kunjungi VOI.