Uzbekistan Resmi Gabung Bank Pembangunan Baru BRICS
JAKARTA - Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev menandatangani undang-undang mengenai negara tersebut bergabung ke Bank Pembangunan Baru (NDB) BRICS, menurut dokumen.
"Bergabung dengan perjanjian mengenai Bank Pembangunan Baru (Fortaleza, 2 Juli 2014),"bunyi dokumen yang dipublikasikan di situs basis data legislasi nasional dilansir ANTARA dari Sputnik, Jumat, 22 Mei.
Fortaleza merujuk pada nama perjanjian yang menjadi dasar pembentukan NDB.
Pada April, majelis rendah parlemen Uzbekistan mengadopsi UU tentang aksesi ke NDBdan senatmenyetujuinya pada Selasa lalu (19/5).
Majelis rendah sebelumnya menyatakan denganUzbekistangabung ke NDB, maka akan memberikan aliran investasi yang bersifat alternatif danpreferensial untuk memodernisasi ekonomi nasional.
Kementerian Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan mengatakan pemerintahtelah menyiapkan portofolio proyek senilai 4,5 miliar dolar AS (sekitar Rp79,7 triliun) untuk NDB.
Sektor utama proyek itu meliputi transportasi, energi, konstruksi, dan industri. Secara khusus, dana tersebut diharapkan dapat dihimpun untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sedang dibangun di negara tersebut.
Uzbekistanmenjadi negara mitra BRICS sejak 1 Januari 2025. Pada Juni 2025, biro pers Kantor Kepresidenan UkrainamelaporkanDewan Gubernur NDB telah menyetujui prinsip bagi negara itu untuk bergabung dengan bank pembangunan blok tersebut.