BYD Gaet Eks Insinyur Nissan untuk Taklukkan Pasar Jepang Lewat Racco

JAKARTA - BYD bersiap memasuki pasar mobil mungil Jepang melalui peluncuran K-Car listrik bernama Racco pada musim panas tahun ini. Menurut laporan, pengembangan model tersebut turut melibatkan mantan insinyur Nissan, Hirohide Tagawa.

Melansir dari Nikkei, Senin, 18 Mei, Tagawa memang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam proyek mobil kei di Jepang. Racco dikembangkan khusus untuk memenuhi regulasi ketat segmen K-Car Jepang, mulai dari dimensi kendaraan, batas tenaga, hingga aturan perpajakan.

Meski memiliki banyak batasan, kategori ini tetap menjadi tulang punggung pasar otomotif domestik Jepang berkat efisiensi penggunaan di kawasan perkotaan padat dan biaya operasional yang relatif rendah.

Hirohide Tagawa sendiri diketahui menghabiskan sekitar 25 hingga 30 tahun berkarier di Nissan sejak bergabung pada era 1990-an. Ia dikenal sebagai salah satu sosok penting di balik pengembangan mobil kei Nissan lintas generasi.

Tagawa disebut berkontribusi dalam perencanaan dan pengembangan berbagai model kompak Nissan, termasuk Dayz dan Sakura. Nama terakhir menjadi tonggak penting Nissan saat memasuki pasar massal mobil listrik K-Car pada 2022, sementara Dayz menjadi salah satu platform kei utama perusahaan di Jepang.

Setelah meninggalkan Nissan, Tagawa dilaporkan bergabung dalam proyek pengembangan kendaraan listrik untuk pasar Jepang bersama BYD Auto Japan. Kehadirannya dianggap penting karena pengembangan K-Car di Jepang membutuhkan keahlian teknik yang sangat spesifik, terutama dalam hal efisiensi ruang, biaya produksi, dan kepatuhan terhadap regulasi lokal.

Racco menjadi proyek pertama BYD yang benar-benar dirancang khusus untuk pasar K-Car Jepang, bukan sekadar adaptasi dari platform kendaraan listrik global yang sudah ada sebelumnya. Mobil listrik mungil ini dirancang untuk penggunaan perkotaan dengan sejumlah spesifikasi yang cukup kompetitif.

Racco dikabarkan mengusung baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 20 kWh dengan jarak tempuh WLTC sekitar 180 km. Selain itu, mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW serta sudah dibekali sistem bantuan pengemudi Level 2+ sebagai fitur standar.

Dari sisi desain, Racco disebut memiliki pintu geser belakang dan bodi tinggi untuk memudahkan akses di area jalan sempit maupun parkiran terbatas yang umum ditemui di kota-kota Jepang. Sebelumnya, Racco memang sudah disebut-sebut sebagai langkah strategis BYD untuk menembus pasar K-Car Jepang yang selama ini dikuasai pabrikan lokal seperti Suzuki dan Nissan.

Persaingan di segmen kendaraan listrik kecil Jepang pun diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang. Untuk harga, Racco diperkirakan dibanderol mulai sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp278 jutaan.