Indonesia Bidik Cannes 2028, Fadli Zon: Film Jadi Jalan Baru Diplomasi Budaya
JAKARTA - Indonesia mulai menancapkan posisi lebih kuat di peta perfilman dunia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kehadiran delegasi Indonesia di Festival Film Cannes 2026 bukan hanya soal tampil di festival, tetapi juga membuka jalan menuju target lebih besar: Indonesia sebagai Guest of Honor Cannes 2028.
Fadli mengatakan Cannes menjadi ruang penting untuk menguji kekuatan ekosistem film nasional. Dari promosi, jejaring, pembiayaan, hingga kolaborasi produksi lintas negara.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung penguatan ekosistem perfilman Indonesia agar semakin kompetitif, inklusif, dan mampu menjadi bagian penting dari percaturan perfilman dunia,” ujar Fadli Zon di Cannes, Prancis, Kamis, 14 Mei.
Menurut Fadli, pemerintah memperkuat dukungan lewat Manajemen Talenta Nasional bidang film. Program ini diarahkan untuk membuka akses sineas muda pada jejaring internasional, peningkatan kapasitas, kolaborasi, dan pembiayaan.
“Kami ingin memastikan talenta-talenta perfilman Indonesia memiliki ruang tumbuh, kesempatan berjejaring, dan akses untuk tampil di panggung internasional,” katanya.
Baca juga:
Kehadiran Indonesia di Cannes 2026 terlihat di sejumlah program. Pada Semaine de la Critique, Indonesia diwakili empat film pendek dalam Next Step Studio yang melibatkan Reza Rahadian, Khozy Rizal, Shelby Kho, Reza Fahri, dan KawanKawan Media.
Film Waterland, produksi Jerman yang berkolaborasi dengan Indonesia, juga melibatkan koproduser Anisa Adjam dan Bagus Suitrawan. Di Directors’ Fortnight, film 9 Temples to Heaven dari Thailand hadir sebagai proyek koproduksi dengan Indonesia melalui Giovani Rahmadeva dari Qun Film.
Indonesia juga masuk Short Film Corner lewat proyek pitching Gentle Hands oleh produser Feisha Permanayadi dan sutradara Garry Christian. Fransiska Prihadi dari Minikino dipercaya sebagai salah satu penentu keputusan di Short Film Corner, sementara Fadhila Ristianty masuk program Rendezvous Industry.
Di dokumenter, Docs by the Sea menjadi salah satu host Cannes Docs. Sutradara Kamila Andini juga menerima penghargaan Women in Cinema Gala dari Red Sea Foundation.
Fadli turut bertemu Direktur Umum Marché du Film Festival de Cannes, Guillaume Esmiol, membahas kesiapan Indonesia sebagai Guest of Honor Cannes 2028. Ia menyebut peluang itu penting untuk menarik investasi film dan membawa keragaman budaya Indonesia ke pasar global.