Wabah Hantavirus Diduga Bermula dari Area Tempat Pembuangan Sampah

JAKARTA — Sebuah tempat pembuangan sampah (TPA) di pinggiran kota Ushuaia, Argentina, diduga menjadi sumber awal wabah hantavirus yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius.

Dugaan tersebut muncul setelah otoritas kesehatan nasional menelusuri kemungkinan lokasi paparan virus terhadap pasangan wisatawan asal Belanda yang diyakini menjadi awal rantai penularan.

Pasangan tersebut diduga terpapar virus saat mengikuti aktivitas pengamatan burung di sekitar area TPA sebelum menaiki kapal pesiar dari Ushuaia pada 1 April 2026.

Tak lama setelah perjalanan dimulai, pria berusia 70 tahun mulai menunjukkan gejala dan meninggal pada 11 April. Sementara istrinya, 69 tahun, meninggal dunia di Afrika Selatan ketika berusaha kembali ke Eropa.

Penyelidikan menjadi perhatian serius karena virus yang teridentifikasi adalah strain Andes, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia. Kondisi ini diduga menjadi penyebab penyebaran infeksi di lingkungan kapal pesiar.

Namun, pemerintah daerah Ushuaia menolak dugaan bahwa wilayah mereka menjadi titik awal wabah. Otoritas setempat menyatakan belum pernah ada catatan kasus hantavirus di kawasan tersebut selama puluhan tahun.

“Kami merasa sedang menghadapi semacam kampanye pencemaran nama baik terhadap destinasi wisata ini,” ujar Juan Facundo Petrina, Direktur Epidemiologi Provinsi Tierra del Fuego, dalam konferensi pers di Ushuaia, dikutip dari laman Euro News pada Kamis, 14 Mei 2026.

Petrina menegaskan wilayah paling selatan Argentina itu tidak memiliki riwayat kasus hantavirus dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, pemberitaan yang mengaitkan Ushuaia dengan wabah berpotensi memengaruhi sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Kami baru mengetahui dugaan sumber infeksi ini dari laporan media. Sampai saat ini, belum ada bukti definitif yang mengonfirmasi asal penularan." beber Petrina.

Meski demikian, tim teknis kesehatan nasional dijadwalkan turun langsung ke lokasi TPA untuk menangkap hewan pengerat dan mencari jejak virus. Fokus penyelidikan mengarah pada Oligoryzomys longicaudatus atau tikus padi kerdil berekor panjang, spesies liar yang diketahui menjadi reservoir alami strain Andes.

Penularan hantavirus umumnya terjadi melalui kontak dengan air liur, urine, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Namun, pada strain Andes, transmisi antarmanusia dapat terjadi. Hal ini menjadikannya lebih berbahaya dibanding varian lain.

Pemerintah Argentina juga mengaktifkan kerja sama internasional dengan mengirim sampel genetik virus ke laboratorium di Spanyol, Belanda, Inggris, dan Afrika Selatan guna memperkuat proses identifikasi serta diagnosis wabah.

Dalam beberapa tahun terakhir, angka kematian akibat hantavirus di Argentina dilaporkan meningkat tajam. Otoritas kesehatan mencatat tingkat fatalitas melonjak dari sekitar 17 persen pada periode 2019–2024 menjadi lebih dari 33 persen dalam setahun terakhir, memicu kekhawatiran di tingkat nasional maupun internasional.