Studi Ungkap Peran Kafein, Kopi Bisa Mengubah Respons Otak terhadap Sentuhan

JAKARTA - Kopi pagi mungkin tidak hanya membuat mata lebih segar. Sebuah studi kecil menunjukkan kafein dapat memengaruhi cara otak merespons sentuhan dan gerakan tubuh.

Melansir laporan The Independent, Rabu, 13 Mei, studi itu meneliti pengaruh dosis normal dan tinggi kafein terhadap proses otak yang disebut short-latency afferent inhibition atau SAI.

SAI adalah mekanisme penyaring di otak yang membantu tubuh mengendalikan respons otot setelah menerima sentuhan. Sederhananya, proses ini membuat otak tidak bereaksi berlebihan terhadap rangsangan kecil.

Dalam penelitian itu, ilmuwan memberi rangsangan listrik ringan pada pergelangan tangan peserta. Sesaat kemudian, pulsa magnetik diarahkan ke otak untuk memicu kedutan ibu jari. Reaksi otak lalu diukur dengan metode noninvasif, yakni tanpa pembedahan.

Hasilnya, kafein meningkatkan kemampuan otak membatasi respons otot setelah sentuhan. Temuan ini menunjukkan kopi dapat meningkatkan SAI.

Para peneliti menduga efek itu terjadi karena kafein memblokir reseptor adenosin di otak. Reseptor adenosin berkaitan dengan rasa kantuk dan kerja sistem saraf.

Pemblokiran itu diduga meningkatkan asetilkolin, zat kimia otak yang membantu mengatur kerja sama antara indra dan gerakan otot.

“Efek kafein mungkin berasal dari modulasinya terhadap sistem kolinergik,” tulis para peneliti.

Sistem kolinergik adalah jaringan saraf yang menggunakan asetilkolin untuk membantu fungsi memori, perhatian, gerak, dan respons sensorik.

The Independent tidak menyebut nama peneliti maupun jurnal dalam naskah tersebut. Namun, para peneliti menyebut temuan ini dapat memberi pemahaman baru tentang cara kerja kafein di tubuh dan kemungkinan kaitannya dengan gangguan saraf seperti Alzheimer dan Parkinson.

Karena studi ini masih berskala kecil, para ilmuwan berharap ada penelitian lanjutan dengan jumlah peserta lebih banyak dan dosis kafein di atas 400 miligram.

Untuk saat ini, peneliti menyimpulkan peserta sebaiknya tetap menghindari kafein sebelum menjalani pemeriksaan SAI.