Kapolda Papua Tengah Wacanakan Mitigasi Saat Jenguk 1 Korban Penembakan di Distrik Tembagapura
JAKARTA - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jeremias Rontini menjenguk salah satu korban penembakan di Distrik Tembagapura beberapa hari lalu yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, Papua Tengah, Selasa 12 Mei.
Kapolda mengatakan dari sejumlah korban insiden penembakan di Distrik Tembagapura tersebut, saat ini tersisa satu orang yang masih menjalani perawatan, yaitu Femina Elas (Murib) yang dirawat di Bangsal Lukas RSMM Timika.
"Tinggal satu orang yang masih dirawat," kata Rontini, disitat Antara.
Pada kesempatan itu, Kapolda juga memberikan santunan kepada korban dan berharap kondisinya segera pulih.
Kapolda menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat Distrik Tembagapura yang menjadi korban penembakan pada Kamis malam, 7 Mei 2026.
Ia mengatakan perlu dilakukan mitigasi agar tidak jatuh korban di kalangan warga sipil di kemudian hari.
"Ke depan mungkin kita perlu mitigasi bahwa ketika ada kejadian seperti itu, masyarakat harus bagaimana. Perlu ada lebih banyak edukasi-edukasi kepada masyarakat ketika bekerja dalam situasi kedaruratan," kata mantan Irwasda Polda Papua itu.
Menurut Kapolda, semua korban saat insiden yang terjadi di area pendulangan emas di kawasan Wini, Tembagapura, berprofesi sebagai pendulang.
Mereka yang berasal dari kampung-kampung sekitar, seperti Banti, Kimbeli dan Opitawak, mendirikan kamp-kamp sederhana untuk tempat tinggal sementara saat melakukan aktivitas mendulang butiran emas.
Sementara kondisi geografis di lokasi itu cukup terjal dan hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Mile 72.
Baca juga:
- Israel Diam-diam Bangun Pangkalan Militer di Gurun Irak untuk Serang Iran
- Pramono Jadikan Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Simbol Jakarta Berbenah, Warga Diminta Mulai Pilah Sampah
- 2 WN Singapura Negatif Hantavirus Terbang ke Afsel Bersama Penumpang MV Hondius Terinfeksi
- Ricuh Laga Persipura Jamu Adhiyaksa FC, Polisi: CCTV di Stadion Tidak Berfungsi Baik
Kapolda berharap ke depan perlu ada kolaborasi dengan PT Freeport Indonesia untuk melakukan mitigasi bagi warga pendulang dalam menghadapi situasi darurat.
Sebelumnya, terdapat lima korban insiden penembakan di Tembagapura yang menjalani perawatan di RSMM Timika.
Para korban tersebut, yaitu Apelu Magai, Orince Newagelen, Iriance Wanimbo, Christian Magai, Femina Elas, dan Hiskia Magai.
Insiden penembakan itu juga mengakibatkan seorang remaja putri meninggal dunia. Korban bernama Nalince Wamang diketahui baru menyelesaikan pendidikan SMK Petra Timika dan telah dimakamkan di Kwamki Narama Timika.
Ayah korban, Pendeta Anton Wamang, mengatakan putrinya mengabari akan berangkat ke Tembagapura untuk mendulang emas.
"Sebelum berangkat, dia menelepon saya. Bapak, saya naik ke Tembagapura mau mendulang dengan bapak tua (paman). Saya bilang tidak apa-apa, naik saja," ujar Anton.
Namun, baru tiga hari berada di Tembagapura, Anton menerima informasi bahwa putrinya menjadi korban terkena peluru nyasar saat terjadi penyisiran yang dilakukan aparat keamanan di kawasan Kali Kabur pada malam hari.