Rupiah Berpotensi Melemah, Sentimen Global dan Harga Minyak jadi Tekanan

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026 diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Senin, 11 Mei, Kurs rupiah spot di tutup melemah 0,18 persen ke level Rp17.414 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), ditutup turun 0,23 persen ke level harga Rp17.415 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS, seiring meredupnya harapan perdamaian antara AS dan Iran serta tingginya harga minyak mentah dunia.

"Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupinnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi," ujarnya kepada VOI, Selasa, 12 Mei.

Selain itu, Lukman menyampaikan investor juga tengah menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia yang dijadwalkan keluar siang ini.

"Investor menantikan data penjualan ritel Indonesia yg akan dirilis siang ini," ucapnya.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada Selasa, 12 Mei 2026 akan berada dikisaran Rp17.350-Rp17.500 per dolar AS.