BPJN Perkirakan Butuh Rp300 Miliar untuk Pulihkan Jalan Malalak Sumbar

PADANG - Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) memperkirakan butuh anggaran sekitar Rp300 miliar untuk pemulihan Jalan Malalak di Kabupaten Agam, pascaterputus akibat bencana hidrometeorologi November 2025.

"Itu (Rp300 miliar) perkiraan awal karena kita masih finalisasi desain sebelum nanti diputuskan," kata Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi di Kota Padang, Antara, Senin, 11 Mei.

Saat ini Jalan Malalak masih pada tahap pengerjaan darurat bencana di beberapa titik. Termasuk pula pengecoran dinding tebing untuk mengantisipasi longsor susulan.

Setelah masa pengerjaan darurat rampung pada September 2026, Kementerian Pekerjaan Umum atau instansi terkait segera memasuki tender pengerjaan lanjutan atau penuntasan Jalan Malalak hingga terhubung ke daerah Balingka-Bukittinggi.

Dari pemetaan yang dilakukan BPJN terdapat tiga hingga empat titik yang masih perlu pengerjaan lanjutan pada periode berikutnya. Hal itu mencakup pembangunan satu jembatan dan kemungkinan pembangunan sabo dam.

Jika disetujui, Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun sabo dam tepatnya di kilometer 74 yang kini menggunakan jembatan armco. Struktur cek dam ini rencana dirancang khusus agar bisa dilintasi kendaraan dari arah Malalak menuju Bukittinggi maupun sebaliknya.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan Jalan Malalak belum dibuka untuk umum karena hingga saat ini Hutama Karya Infrastruktur masih melakukan sejumlah pekerjaan. Namun, khusus warga lokal atau para guru dan anak didik dari daerah Balingka maupun Malalak masih diizinkan untuk melintasi jalan itu dengan tetap mengutamakan kehati-hatian saat melintasinya.

Secara umum pemerintah pusat mengalokasikan Rp2,1 triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan di Ranah Minang. Anggaran itu mencakup preservasi jalan dan jembatan, penanganan longsor, penggantian jembatan dan lain sebagainya. Dalam dua tahun tersebut Kementerian Pekerjaan Umum juga berhasil menyerap 2.717 tenaga kerja.