Pramono Jadikan Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Simbol Jakarta Berbenah, Warga Diminta Mulai Pilah Sampah

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memulai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta dengan membawa pesan soal pembenahan kota dan persoalan sampah yang belum tuntas.

Pencanangan HUT Jakarta digelar di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 10 Mei. Dalam kegiatan itu, Pemprov DKI sekaligus mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah bertema "Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih".

Pemilihan kawasan Rasuna Said bukan tanpa alasan. Lokasi itu sebelumnya identik dengan proyek monorel mangkrak yang tiangnya berdiri bertahun-tahun di tengah jalan protokol Jakarta tanpa kepastian penyelesaian.

"Di jalan ini dulu ada 109 tiang monorel. Monorel itu cukup mengganggu dan hampir 20 tahun tidak tersentuh," Pramono di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu, 10 Mei.

Menurut dia, penyelesaian pembongkaran tiang monorel menjadi bagian dari upaya penataan ulang wajah Jakarta menuju kota global sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.

"Alhamdulillah, berkat dukungan aparat penegak hukum, Pangdam, Kapolda, Kejaksaan, dan KPK, persoalan sengketa monorel terselesaikan. Sekarang kawasan ini dibangun menjadi ikon baru Jakarta," tutur Pramono.

Pemprov DKI saat ini tengah melakukan penataan koridor Rasuna Said lewat perbaikan saluran air dan badan jalan, pembangunan halte, jalur sepeda, pembaruan lampu penerangan jalan, hingga pelebaran trotoar dengan konsep complete street.

Pramono menyebut penataan kawasan itu ditargetkan rampung bulan depan. Ia mengaku sengaja mengundang publik saat pengerjaan belum selesai agar masyarakat bisa melihat langsung proses perubahan kawasan tersebut.

"Saya sengaja mengundang ketika pengerjaan belum selesai. Sebab, kalau sudah selesai, semuanya pasti terlihat bagus. Tapi saya meyakini bulan depan wajah Jalan Rasuna Said akan jauh berbeda," ungkap Pramono.

Selain menyoroti pembangunan fisik kota, Pramono jugaa menekankan persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dengan target mendorong warga mulai memilah sampah dari rumah.

"Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut sampah rumah tangga masih menjadi problem utama yang harus dibenahi pemerintah daerah.

"Sampai 2029, pemilahan sampah di kantor harus selesai di kantor, di pasar selesai di pasar, di restoran selesai di restoran, di toko selesai di toko, dan di mal selesai di mal. Untuk masyarakat, kuncinya adalah memilah sampah," ucap Zulhas.

Pemerintah pusat juga menargetkan penanganan darurat sampah di 71 kota melalui teknologi insinerator dan waste to energy. Jakarta menjadi salah satu wilayah prioritas, termasuk penyelesaian persoalan sampah di Bantargebang.

"Tahun 2027 targetnya 50 persen. Pada Mei 2028, termasuk Bantar Gebang, insyaallah akan kita selesaikan," lanjutnya.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, mengatakan Jakarta menjadi salah satu daerah yang lebih dulu bergerak dalam penanganan sampah sebelum roadmap nasional diterapkan pemerintah pusat.

Menurut dia, pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi warga menjadi faktor utama agar persoalan sampah bisa diselesaikan.

"Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam dua tahun selesai di seluruh Indonesia. Jakarta mendahului langkah itu," tutup Jumhur.