Jannik Sinner Ukir Sejarah usai Bungkam Alexander Zverev di Final Madrid Open 2026

JAKARTA – Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, berhasil mengalahkan Alexander Zverev untuk menjuarai ajang tanah liat Madrid Open 2026 sekaligus membuat sejarah di turnamen yang berlevel Masters 1000.

Atlet asal Italia yang berusia 24 tahun tersebut naik ke atas podium tertinggi turnamen setelah dengan mudah meraih kemenangan 6-1 dan 6-2 atas petenis Jerman di Stadion Manolo Santana, Madrid, pada Minggu, 3 Mei 2026, waktu setempat.

"Saya rasa ada banyak kerja keras di baliknya. Banyak dedikasi dan pengorbanan yang saya lakukan setiap hari. Jelas gelar ini sangat berarti bagi saya," kata Sinner setelah kemenangan, dinukil dari situs resmi ATP.

Sukses mengalahkan Zverev membuat Sinner berhasil memperpanjang catatan kemenangannya di ajang Masters 1000 sekaligus membuat tonggak sejarah baru menjadi petenis pria pertama yang memenangi lima turnamen level tersebut secara berturut-turut.

Sinner bahkan hanya kehilangan dua set dalam perjalanan untuk mencapai kelima gelar Masters 1000 secara beruntun itu. Empat gelar lainnya sebelum di Madrid ialah Paris Masters 2025 serta Indian Wells, Miami, dan Monte-Carlo pada tahun ini.

"Saya sangat senang karena saya terus percaya pada diri sendiri. Saya hadir setiap hari, di setiap sesi latihan, berusaha melakukan pekerjaan yang benar dengan disiplin yang tepat," ujar Sinner yang kembali ke peringkat satu dunia setelah memenangi Monte Carlo 2026.

Hasil ini sekaligus mengubur mimpi Zverev untuk mendapat gelar ketiganya. Petenis kelahiran Hamburg itu tiba di Madrid dengan tujuan menjadi petenis pria keempat yang memenangi setidaknya tiga gelar Madrid Open setelah Rafael Nadal (lima gelar) serta Novak Djokovic dan Roger Federer yang sama-sama mengoleksi tiga gelar.

Di lain sisi, Sinner belum pernah melewati babak perempat final dalam tiga penampilan sebelumnya di Caja Magica, tetapi statistiknya sangat luar biasa dalam kemenangan atas Zverev untuk mendapat gelar perdana dari turnamen ini.

Ia berhasil memanfaatkan keempat break point yang didapatnya dan tidak menghadapi satu pun break point lawan. Selain itu, petenis kelahiran Innichen ini juga tercatat berhasil memenangi 93 persen (27/29) poin dari servis pertamanya.

Sinner tampil begitu memukau, sukses memukul bola dengan kekuatan dan presisi khasnya dari garis belakang sepanjang pertandingan sehingga Zverev hampir tidak memiliki kesempatan untuk beradaptasi dalam pertandingan final pertamanya musim ini.

Sejauh ini Sinner sudah memenangi delapan dari sembilan turnamen Masters 1000. Satu-satunya gelar yang belum diraihnya ialah Italia Open, yang penyelenggaraannya pada edisi tahun ini akan berlangsung pekan depan.

Dengan demikian, Sinner memiliki kesempatan untuk menyelesaikan Career Golden Masters di tanah kelahirannya. Andaikata menang maka ia akan bergabung dengan Djokovic sebagai satu-satunya petenis pria yang menyelesaikan Career Golden Masters.