AS Blokir Pesawat Pengiriman Uang 500 Juta Dolar ke Irak

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memblokir sebuah pesawat yang membawa hampir 500 juta dolar AS berbentuk uang kertas masuk ke Irak.

Wall Street Journal melaporkan bahwa AS telah menangguhkan pengiriman uang tunai ke Irak dan membekukan pendanaan untuk program keamanan negara itu di tengah perang AS-Israel terhadap Iran.

Menurut laporan media AS itu, Irak berada dalam tekanan AS untuk memerangi kelompok militan yang didukung Iran sehingga pemblokiran dilakukan.

Irak telah lama berada di posisi sulit di antara pengaruh yang saling bersaing dari sekutunya, Iran dan AS.

Namun, para pemimpin Irak kesulitan mempertahankan keseimbangan itu karena perang melanda Timur Tengah.

Tim SEAL Angkatan Laut AS mengamankan pangkalan militernya di Irak barat, tepatnya di Pangkalan Udara Ain al-Asad pada 2 September 2007 saat kunjungan Presidennya kala itu, George W. Bush. (US Navy-Wikimedia Commons)

Seorang pejabat pemerintah Irak mengatakan kepada AFP bahwa hanya satu pengiriman yang belum tiba. Ia beralasan "karena perang" dan penutupan wilayah udara.

Seorang pejabat bank sentral Irak juga senada dengan mengatakan pengiriman dolar telah berhenti selama perang regional "karena penangguhan penerbangan dan situasi keamanan."'

Ia menambahkan bahwa bank sentral belum meminta lebih banyak dolar AS karena memiliki cadangan yang cukup dan “tidak ada kebutuhan saat ini untuk meningkatkannya.”

Terpisah, seorang pejabat keamanan Irak mengkonfirmasi bahwa AS telah memblokir kerja sama keamanannya dengan Irak. Ia beralasan itu karena faksi-faksi menargetkan kepentingan militer AS di Irak balasan dari serangan AS ke Iran.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengakui upaya pasukan keamanan Irak untuk menanggapi serangan tersebut, tetapi sejumlah elemen dalam Pemerintahan Irak “secara aktif memberikan perlindungan politik, keuangan, dan operasional bagi milisi yang berdampak buruk pada hubungan AS-Irak.”

“Amerika Serikat tidak akan mentolerir serangan terhadap kepentingan AS dan mengharapkan pemerintah Irak untuk segera mengambil semua tindakan untuk membubarkan kelompok-kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di Irak,” kata Pigott.