Waspada Kemarau Ekstrem, Risiko Diare dan ISPA Meningkat
JAKARTA - Musim kemarau ekstrem sering kali membawa dampak pada kesehatan masyarakat, terutama meningkatnya risiko penyakit yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan kualitas udara.
Kondisi kekeringan dapat mengurangi ketersediaan air bersih serta memicu penyebaran penyakit infeksi, sehingga kewaspadaan menjadi hal yang penting.
Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit seperti diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah potensi kemarau ekstrem atau fenomena El Nino yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Nining Tilawah, menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan. Ia berharap masyarakat membiasakan pola hidup sehat guna menghindari berbagai penyakit menular.
Baca juga:
Menurutnya, kemarau panjang dapat meningkatkan risiko diare karena berkurangnya akses air bersih. Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat menggunakan air yang kurang higienis, sehingga berpotensi memicu penyebaran penyakit. Selain itu, masih adanya kebiasaan buang air besar sembarangan juga menjadi faktor yang memperbesar risiko diare di berbagai wilayah.
Di sisi lain, kemarau juga dapat memicu gangguan pernapasan seperti ISPA. Gejalanya antara lain hidung tersumbat, batuk kering, demam ringan, sakit tenggorokan, hingga kesulitan bernapas. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih serius.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, memastikan penggunaan air bersih, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat. Mengonsumsi makanan bergizi, buah dan sayur, serta cukup istirahat juga menjadi bagian penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
Dinas Kesehatan setempat juga menginstruksikan seluruh puskesmas di 28 kecamatan untuk meningkatkan sosialisasi terkait PHBS dan kebersihan lingkungan kepada masyarakat. Edukasi ini mencakup pentingnya memasak air hingga matang, mencuci tangan sebelum makan, serta menghindari kebiasaan yang dapat menurunkan kesehatan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang tidur.
Dengan penerapan pola hidup sehat secara konsisten, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit selama musim kemarau ekstrem.