Ketahui 4 Penyebab Kaki Kebas dan Dingin, Lengkap dengan Cara Mengatasinya
YOGYAKARTA – Banyak orang menganggap remeh kondisi kaki kebas dan dingin. Padahal, gejala ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu, terutama jika terjadi secara terus-menerus.
Sensasi seperti kesemutan, mati rasa, hingga kaki terasa dingin bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Pada dasarnya, penyebab kaki sering kebas dan dingin sangat beragam, mulai dari masalah ringan hingga kondisi medis yang lebih serius.
Oleh sebab itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang jadi pemicunya agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
Penyebab Kaki Sering Kebas dan Dingin
Dikutip dari laman Vascular Surgery Associates, berikut ini adalah beberapa penyebab kaki sering kebas dan dingin yang perlu Anda ketahui:
- Sirkulasi Darah Tidak Lancar
Salah satu penyebab kaki sering kebas dan dingin adalah aliran darah yang tidak lancar. Ketika darah tidak mengalir dengan baik ke kaki, jaringan dan saraf tidak mendapatkan oksigen serta nutrisi yang cukup.
Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti diabetes, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi. Selain itu, penyakit arteri perifer (PAD) juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Gejala awalnya sering berupa kesemutan atau kaki terasa dingin.
- Neuropati Perifer
Neuropati perifer merupakan kondisi kerusakan saraf yang cukup sering terjadi, terutama pada penderita diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf, khususnya di area kaki.
Selain menyebabkan kaki kebas dan dingin, neuropati perifer juga dapat menimbulkan gejala lain seperti sensasi terbakar, nyeri tajam, kelemahan otot, hingga gangguan keseimbangan. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, konsumsi alkohol berlebihan, atau efek samping pengobatan seperti kemoterapi.
Baca juga:
- Masalah pada Tulang Belakang
Gangguan pada tulang belakang, seperti hernia diskus, dapat menekan saraf yang menjalar ke kaki. Tekanan ini sering kali memicu rasa kebas, kesemutan, atau bahkan nyeri.
Kondisi yang dikenal sebagai skiatika ini terjadi akibat gangguan pada saraf skiatik, yang merupakan saraf terbesar dalam tubuh manusia. Jika tidak ditangani, gejalanya bisa semakin parah dan mengganggu mobilitas.
- Saraf Terjepit
Saraf terjepit di area pinggul, kaki, atau telapak kaki juga bisa menjadi penyebab kaki kebas dan dingin. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama tanpa perubahan.
Gejalanya cenderung muncul pada area tertentu dan dapat hilang dengan sendirinya setelah posisi tubuh diubah. Namun, jika terjadi berulang, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Cara Mengatasi Kaki Kebas dan Dingin
Dikutip dari laman Cleveland Clinic, ada beberapa cara untuk mengatasi kaki kebas dan dingin. Salah satunya adalah dengan menangani kondisi medis yang mendasarinya, terutama jika kaki dingin muncul sebagai gejala dari penyakit tertentu.
Jika kaki kebas dan dingin disebabkan oleh efek samping obat yang sedang Anda konsumsi, jangan langsung menghentikan penggunaan obat tersebut. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis. Mereka akan membantu menentukan apakah Anda perlu melanjutkan atau menghentikan obat tersebut.
Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah sederhana di rumah untuk membantu mengatasi kaki kebas dan dingin, antara lain:
- Menggunakan kaus kaki hangat
- Berolahraga secara rutin
- Menggunakan kaus kaki atau stocking kompresi
- Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
- Mengangkat kaki dengan bantuan bantal saat berbaring
- Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air yang cukup
Demikian informasi tentang penyebab kaki sering kebas dan dingin. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.