Apa Itu Asfiksia? Kenali Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
YOGYAKARTA - Asfiksia adalah kondisi ketika tubuh mendapatkan cukup oksigen untuk berfungsi dengan normal. Akibatnya penderita bisa pingsan atau bahkan bisa mengancam nyawa jika tidak segera mendapat pertolongan. Ketika suplai oksigen terganggu, tubuh akan bereaksi cepat dan dalam beberapa kasus bisa berakibat fatal. Lebih jauh soal apa itu asfiksia, penyebab, gejala, hingga langkah pencegahannya, simak artikel berikut.
Apa Itu Asfiksia?
Seperti telah disebutkan di atas, asfiksia terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk berfungsi normal. Dalam kondisi normal, kita menghirup oksigen melalui paru-paru yang kemudian disalurkan ke seluruh tubuh melalui darah. Sel-sel tubuh menggunakan oksigen tersebut untuk menghasilkan energi yang diperlukan agar organ dapat bekerja dengan baik. Jika proses ini terganggu, tubuh akan mulai mengalami gangguan.
Asfiksia berbeda dengan hipoksia, yaitu kondisi rendahnya kadar oksigen dalam darah atau jaringan. Asfiksia terjadi ketika oksigen tidak sampai ke saluran pernapasan, sedangkan hipoksia terjadi ketika jaringan tubuh tidak mampu menggunakan oksigen dengan efektif. Asfiksia dapat menyebabkan hipoksia, tetapi tidak sebaliknya.
Penyebab Asfiksia
Dilansir dari WebMD, beberikut beberapa hal yang dapat menyebabkan asfiksia:
- Anafilaksis
Anafilaksis yaitu alergi parah dari makanan atau sengatan hewan yang bisa mengancam jiwa. Kondisi ini menyebabkan saluran napas membengkak dan tertutup, yang bisa berujung pada asfiksia.
- Asma
Kondisi paru-paru kronis ini menyebabkan saluran napas membengkak dan tertutup ketika terpapar pemicu seperti polusi, hewan peliharaan, olahraga, atau asap rokok.
- Tersedak
Ini terjadi ketika makanan atau benda tersangkut di saluran pernapasan dan menghalangi udara masuk ke paru-paru. Bayi, balita, dan lansia beresiko lebih tinggi mengami tersedak karena ukuran makanan atau kesulitan menelan.
Baca juga:
- Tenggelam
Penyakit seperti asma juga bisa menjadi pemicu asfiksia karena menyebabkan saluran napas menyempit. Selain itu, reaksi alergi berat atau anafilaksis dapat membuat saluran napas membengkak dan tertutup. Dalam kondisi ini, penanganan medis darurat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi serius.
- Aspirasi
Aspirasi terjadi ketika suatu zat (misalnya, sesuatu yang Anda makan atau minum) masuk ke saluran pernapasan atau paru-paru. Zat tersebut menghalangi udara masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini terjadi salah satunya saat orang tenggelam.
- Tercekik
Kondisi tercekik juga bisa menyebabkan asfiksia. Jika tali atau benda lain melingkari leher dan menekan saluran pernapasan, hal itu dapat menghalangi udara mencapai paru-paru.
- Overdosis Obat
Konsumsis dosis obat yang terlalu tinggi dapat memperlambat pernapasan hingga tubuh tidak dapat menghirup cukup oksigen.
- Paparan Zat Kimia
Beberapa zat kimia dapat mencegah sel-sel menyerap oksigen dan menyebabkan sesak napas, di antaranya karbon monoksida, sianida, dan hidrogen sulfida.
Gejala Asfiksia
Gejala asfiksia bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap tergantung penyebabnya. Masih dilansir dari laman yang sama, gejala-gejala tersebut meliputi:
- Kehilangan kesadaran
- Kesulitan berbicara
- Wajah atau bibir berubah merah, ungu, biru, atau abu-abu
- Buang air kecil atau buang air besar tanpa disengaja
- Kesulitan menelan
- Sesak napas
- Pernapasan cepat atau dalam (hiperventilasi)
- Batuk
- Suara serak atau parau
- Hilang ingatan
- Pusing
- Sakit kepala
Cara Mencegah Asfiksia
Mencegah asfiksia pada dasarnya berkaitan dengan kewaspadaan terhadap lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya untuk anak-anak, penting memastikan makanan dipotong kecil-kecil agar mudah dikunyah dan tidak menyebabkan tersedak. Selain itu, jangan pernah meninggalkan anak tanpa pengawasan, terutama saat makan atau berada di air.
Di rumah, pastikan juga ventilasi ruangan cukup baik agar sirkulasi udara tetap lancar. Untuk keluarga dengan bayi, pastikan posisi tidur aman, jauh dari benda-benda seperti bantal tebal atau selimut berlebih yang bisa menghambat pernapasan.
Bagi orang dengan kondisi medis seperti asma atau alergi berat, penting untuk selalu membawa obat darurat dan mengikuti anjuran dokter. Selain itu, penting untuk mempelajari teknik pertolongan pertama seperti CPR dan manuver Heimlich. Hal ini sangat penting dalam situasi darurat sebelum pertolongan medis datang.
Demikian pembahasan soal asfiksia, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!