Bukan Sekadar Peninggalan, Benteng Speelwijk Disiapkan Jadi Wisata Sejarah

BANTEN - Benteng Speelwijk di Kota Serang, Banten, menjadi salah satu jejak penting sejarah kolonial yang masih tersisa hingga kini. Berdiri sejak era VOC, benteng ini menyimpan berbagai lapisan cerita masa lalu, mulai dari fungsi pertahanan hingga peristiwa penghancuran pada masa kolonial.

Kini, situs ini tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi dan wisata berbasis budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan keberadaan Benteng Speelwijk tidak boleh hanya diperlakukan sebagai artefak statis, melainkan harus dimanfaatkan secara bijak tanpa mengabaikan aspek pelestarian.

"Benteng atau situs itu memang harus kita jaga, tapi, kita juga harus manfaatkan juga. Jadi, bukan hanya menjaga satu artefak yang mati, tapi, kita juga harus manfaatkan dengan konsep pelestarian dan konsep pelindungan," ujar Fadli di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, temuan seperti struktur bangunan hingga peluru peninggalan VOC di kawasan benteng merupakan hal yang wajar secara historis. Hal ini mengingat Benteng Speelwijk memang dibangun pada masa VOC dan sempat dihancurkan oleh Belanda pada era pemerintahan Herman Willem Daendels sekitar tahun 1808 hingga 1811.

"Dan memang itu Benteng Belanda dan sudah didirikan pada era VOC. Jadi, sangat wajar kalau ditemukan peluru, koin, dan lain-lain," tambahnya.

Meski demikian, Fadli mengakui bahwa hingga saat ini belum dilakukan ekskavasi secara menyeluruh dan mendalam di kawasan tersebut. Ia berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, serta berbagai institusi terkait guna melakukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif.

Selain itu, ia juga mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan cagar budaya di Banten menjadi satu kesatuan ekosistem wisata sejarah. Beberapa situs yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, serta Masjid Lama Banten.

Sementara itu, kegiatan ekskavasi terbaru yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Banten berhasil mengungkap sejumlah temuan penting di area benteng. Proyek ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya, dengan fokus pada bagian dalam sisi timur benteng.

Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Banten, Adita Nofiandi, menjelaskan bahwa proses penggalian dilakukan sesuai dengan tata letak yang telah dirancang dalam penelitian.

"Target kami adalah melakukan pengupasan lahan sesuai tata letak yang ditentukan. Sejauh ini, temuan yang jelas terlihat adalah struktur fondasi bekas bangunan dan struktur lantai yang masih utuh," jelasnya.

Temuan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak informasi mengenai fungsi dan struktur asli Benteng Speelwijk, sekaligus memperkuat upaya pelestarian serta pemanfaatannya sebagai bagian dari warisan sejarah yang hidup di tengah masyarakat.