BabyDoo Luncurkan Animasi Anak Petualangan Gajah Nusantara dengan Nilai Edukasi dan Lingkungan
JAKARTA - BabyDoo, program animasi edutainment karya anak bangsa meluncurkan animasi anak dengan nilai edukasi dan lingkungan bertajuk "Petualangan Gajah Nusantara."
Episode pertama series animasi panjang yang menggabungkan hiburan, edukasi dan nilai kepedulian terhadap lingkungan ini tayang pada 10 April 2026 melalui channel YouTube BabyDoo Joyworld.
"Petualangan Gajah Nusantara" mengisahkan tiga karakter utama BabyDoo (Mecu, Cimut dan Dibul) bersama sekelompok anak gajah Indonesia yang harus melindungi hutan tempat tinggal mereka dari ancaman besar, baik dari bumi maupun luar angkasa.
Di tengah hutan Nusantara yang mulai terancam, terdapat sebuah batu sakti yang menjaga keseimbangan alam. Batu tersebut hanya muncul ketika hutan berada dalam bahaya. Ancaman datang dari Jalgomez, makhluk dari planet Koroz yang hancur dan berusaha menemukan batu tersebut.
Petualangan ini membawa penonton dari hutan Indonesia hingga ke luar angkasa, menghadirkan storytelling yang luas namun tetap berakar pada nilai lokal dan isu lingkungan.
Karakter gajah dalam serial ini terinsipirasi dari anak-anak gajah nyata di Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kedekatan emosional anak-anak dengan satwa dan alam sejak dini.
"Dengan mengenal, anak-anak diharapkan tumbuh rasa peduli untuk menjaga," mengutip keterangan tertulis, Senin (13/4).
BabyDoo dirancang sebagai Intellectual Property (IP) edutainment anak yang tidak hanya fokus pada animasi, tetapi juga mengintegrasikan musik, storytelling, dan konten kreatif lainnya dalam satu ekosistem.
Ini merupakan inisiatif dari Mohamad Rizky (Chucky), founder dari Nocturnal Blazze dengan menggandeng sejumlah kreator dan pelaku industri kreatif, di antaranya Randi Wisnu (Co-Founder Punchline Entertainment dan Sefruit Media) serta Migfar Sentiaki dari MCKY.
Peluncuran "Petualangan Gajah Nusantara" menandai komitmen BabyDoo untuk berkontribusi dalam industri konten anak Indonesia yang berkualitas.
Baca juga:
Ini juga menjadi langkah strategis BabyDoo dalam membangun IP lokal yang kuar di industri animasi anak Indonesia.
Di tengah dominasi konten global, BabyDoo hadir sebagai alternatif lokal yang mengangkat kekayaan cerita Nusantara dengan pendekatan visual dan narasi yang kekinian.
Dengan kombinasi storytelling, nilai edukasi, serta kolaborasi lintas pelaku industri kreatif, BabyDoo berpotensi menjadi salah satu IP anak lokal yang kompetitif di pasar digital.