Mendagri: Dana Otsus Aceh Perlu Diperpanjang Demi Pemulihan Bencana

JAKARTA - Mengeri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan dana otonomi khusus atau otsus untuk Pemerintah Provinsi Aceh perlu diperpanjang demi pemulihan pascabencana banjir bandang yang beberapa waktu lalu berdampak di berbagai wilayah.

Berdasarkan perhitungan Kemendagri, pemulihan pascabencanapaling cepat membutuhkan waktu selama tiga tahun.

Hal itu karena banyak fasilitas publik yang harus diperbaiki, mulai dari jembatan dan jalan-jalan yang harus dipermanenkan karena saat ini masih bersifat sementara, dan perbaikan terhadap fasilitas pendidikan.

"Mungkin salah satu pendorong kalau menurut kami perlu adanya dana otsus ini diperpanjang di Aceh, kalau memang kemampuan fiskal negara memungkinkan," kata Tito saat rapat bersama Komisi II DPR dilansir ANTARA, Senin, 13 April.

Saat ini tercatat ada sebanyak 36 ribu rumah masyarakat yang rusak ataupun hilang.

Menurut dia, daerah Aceh juga memerlukan normalisasi sungai. "Normalisasi sungai itu lebih kurang 79 sungai yang harus dikeruk dan itu panjang. Selain lebar juga panjang, ada yang sampai 30-an kilometer," katanya.

Titomenambahkan masyarakat Aceh menginginkan agar dana otsus diperpanjang dan jumlahnya 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Mendagrimengatakan meskipun tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Aceh membaik, tetapi tingkat kemiskinan di Aceh masih tinggi dan pengangguran tinggi.

"Dan kalau kami melihat dari situasi, apalagi ada bencana, kami melihat cukup rasional. Karena bencana ini yang kemarin terjadi bulan November ini," katanya.

Di sisi lain, Titomenyampaikan pekan lalu terjadi hujan lebat yang mengakibatkan sejumlah titik mengalami longsor di Aceh. Dua hari lalu, banjir juga kembali terjadi di Pidie Jaya, yang diiringi dengan material lumpur.

Padahal, kata dia, sebelumnya pemerintah dan masyarakat sudah melakukan berbagai perbaikan terhadap jalan maupun fasilitas publik di kawasan itu.

"Inilah situasi lapangan, jalan yang putus lagi, padahal sudah dibuka. Ini sekarang sedang kerja keras semua dari TNI, Polri, kemudian Kementerian PU, BNPB, semua sedang bekerja untuk melakukan normalisasi kembali," katanya.