Pramono Minta Pembasmian Ikan Sapu-sapu Diperluas ke Seluruh Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Hakarta Pramono Anung menginstruksikan jajarannya memperluas operasi penangkapan ikan sapu-sapu ke seluruh wilayah. Langkah ini menyusul kegiatan penangkapan yang sebelumnya dilakukan di aliran Kali Cideng, tepatnya di depan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Pramono menilai, penangkapan ikan sapu-sapu perlu dilakukan secara berkelanjutan karena populasinya tidak bisa dikendalikan dalam waktu singkat. Meski begitu, ia menyebut upaya awal yang telah dilakukan memberikan dampak positif.
"Jadi kemarin memang sudah cukup banyak, tapi engggak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," ucap Pramono di Jakarta Timur, Minggu, 12 April.
Pramono menjelaskan, keberadaan ikan sapu-sapu berdampak buruk terhadap lingkungan perairan. Selain merusak tanggul, ikan tersebut juga memangsa sumber makanan bagi ikan lain sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem.
Ia mengingatkan, jika tidak segera dikendalikan, populasi ikan sapu-sapu berpotensi memperparah kerusakan ekosistem di perairan Jakarta.
"Kalau tidak dilakukan segera penangkapan dan juga mengurangi jumlah ikan sapu-sapu ini, pasti ini akan berpengaruh pada ekosistem kita,," jelas Pramono.
Baca juga:
Karena itu, Pramono meminta jajarannya tidak hanya fokus di Jakarta Pusat, tetapi juga menyasar wilayah lain yang memiliki populasi ikan sapu-sapu tinggi. Operasi serupa akan dilakukan secara bertahap dengan menjadikan kegiatan di kawasan Plaza Indonesia sebagai titik awal.
"Maka saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi. Jadi kita mulai yang di Plaza Indonesia kemarin sebagai awal," ugkapnya.
Petugas gabungan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menggelar kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, tepatnya di depan Plaza Indonesia, Jumat, 10 April.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, saat proses penangkapan berlangsung, ikan-ikan tersebut banyak bersembunyi di struktur turap.
"Tadi ikan sapu-sapu yang mau ditangkap banyak yang masuk turap dan merusak turap karena ukuran ikan yang cukup besar. Ikan sapu-sapu menyimpan telurnya juga di turap," kata Arifin dalam.keterangannya, Jumat, 10 April.
Dari hasil kerja bakti, petugas berhasil menangkap sekitar 40 ekor ikan sapu-sapu. Ikan tersebut kemudian dimatikan dan akan dikubur untuk mencegah dampak lanjutan.
"Ikan ini sangat berbahaya karena memakan semua racun yang ada di kali. Saya mengimbau kepada warga jangan mengkonsumsi ikan sapu-sapu," ujarnya.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menjelaskan, persoalan ikan sapu-sapu bukan hal baru. Penanganan serupa sebelumnya juga dilakukan di Kali Ciliwung.
"Waktu pembersihan ikan sapu-sapu di kali Ciliwung kita sudah mengambil sampel ikan dan airnya juga, ternyata ambang batas pencemarannya melebihi ikan mengandung Salmoella serta E.Coli juga residu logam berat," ungkap Hasudungan.
Ia menyebut, kondisi di Kali Cideng relatif lebih mudah ditangani karena panjang aliran tidak sepanjang Ciliwung, sehingga pengendalian populasi ikan bisa lebih optimal.
Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu tersebut akan dibawa ke fasilitas pengolahan milik pemerintah sebelum dimusnahkan. Penertiban ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan perairan sekaligus mencegah kerusakan infrastruktur kali akibat aktivitas ikan invasif tersebut.