Kopi Telur Vietnam yang Viral, Lezat tapi Perlu Dibatasi
JAKARTA - Kopi Vietnam belakangan ini semakin viral di media sosial, terutama varian uniknya yang dikenal sebagai kopi telur atau cà phê trứng.
Minuman ini menarik perhatian karena tampilannya yang creamy dan rasa yang tidak biasa, memadukan pahitnya kopi dengan tekstur lembut dari campuran telur dan gula. Tak heran jika banyak pecinta kopi penasaran untuk mencobanya, baik langsung di Vietnam maupun membuatnya sendiri di rumah.
Kopi telur merupakan minuman khas Vietnam yang telah dikenal selama beberapa dekade. Racikan ini menggabungkan kopi hitam pekat dengan kuning telur yang dikocok bersama gula atau susu kental manis hingga menghasilkan lapisan krim yang lembut di atasnya.
Dilansir dari Everyday Health, seorang ahli diet terdaftar di Orlando Health, Shannon O’Meara, RD, menjelaskan bahwa kopi hitam sebenarnya mengandung sejumlah nutrisi seperti magnesium, vitamin B2, serta senyawa tumbuhan bermanfaat yang disebut polifenol.
Konsumsi kopi hitam sendiri telah dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit seperti diabetes tipe 2, sindrom metabolik, hingga jenis kanker tertentu. Namun, ketika ditambahkan gula dan kuning telur seperti pada kopi telur, profil kesehatannya pun ikut berubah.
“Kopi telur mungkin mengandung ‘banyak gula’ yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tertentu seperti pradiabetes, diabetes, atau resistensi insulin,” kata O’Meara.
Baca juga:
Di sisi lain, telur utuh dikenal sebagai sumber protein yang baik serta mengandung nutrisi penting seperti kolin, vitamin D, dan vitamin B12. Namun, kuning telur juga memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi, dengan sekitar 3 gram protein dalam satu kuning telur.
Meski kopi telur mengandung protein, O’Meara menekankan bahwa minuman ini tidak seharusnya menjadi satu-satunya sumber protein saat sarapan. Ia menyarankan untuk tetap mengombinasikannya dengan sumber protein lain seperti yogurt rendah lemak, keju cottage, putih telur, kacang-kacangan, atau biji-bijian.
Bagi yang ingin membuat kopi telur sendiri, disarankan menggunakan telur yang telah dipasteurisasi untuk mengurangi risiko bakteri. Telur mentah atau setengah matang berpotensi membawa bakteri seperti salmonella yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Ia juga mengingatkan bahwa kelompok tertentu seperti ibu hamil, lansia, anak-anak kecil, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah sebaiknya menghindari konsumsi telur mentah, termasuk dalam bentuk kopi telur.
“Selain itu, mereka yang khawatir tentang jumlah kolesterol atau tambahan gula dalam makanan mereka juga harus mencoba menghindari ini,” ujar O’Meara.
Secara keseluruhan, kopi telur lebih tepat dinikmati sebagai sajian sesekali, bukan sebagai minuman rutin setiap hari.