Resmi Mengaspal di Eropa, Denza Z9 GT Usung Performa Buas dan Fast Charging 1.500 kW

JAKARTA – Merek premium Denza yang berada di bawah naungan BYD resmi memperkenalkan dua model andalannya, Z9 GT dan D9 ke pasar Eropa. Peluncuran dilakukan di pada 8 April, menandai langkah serius brand ini dalam memperluas jejak globalnya.

Melansir Carnewschina, Kamis, 9 April, Denza Z9 GT sebagai model GT berteknologi tinggi dibuka dengan harga pra-penjualan mulai sekitar 115.000 euro atau setara Rp2 miliaran. Model ini kini sudah bisa dipesan melalui situs resmi Denza di tujuh negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol.

Di pasar asalnya, China, Z9 GT baru saja diluncurkan bulan lalu dengan harga mulai 269.800 yuan atau sekitar Rp600 jutaan. Mobil ini diklaim sebagai kendaraan listrik dengan jangkauan terjauh di dunia saat ini. Dibangun di atas platform teknologi e³ (Yi San Fang), Z9 GT menawarkan dua pilihan sistem penggerak, yakni listrik murni dan plug-in hybrid.

Untuk versi listrik murni, performanya tergolong ekstrem dengan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 2,7 detik. Teknologi kemudi roda belakang independen turut menjadi sorotan, memungkinkan mobil melakukan manuver presisi seperti putaran kompas hingga gerakan menyamping di ruang sempit.

Sementara itu, Denza D9 DM-i hadir sebagai MPV unggulan yang menawarkan fleksibilitas jarak tempuh. Model ini mampu melaju hingga 210 km dalam mode listrik penuh, serta mencapai total jangkauan 950 km ketika dikombinasikan dengan bahan bakar dan baterai penuh.

Pada kesempatan yang sama, Denza juga memperkenalkan teknologi pengisian daya cepat terbarunya di Eropa. Mengandalkan baterai Blade generasi kedua milik BYD, sistem ini mampu menghasilkan daya hingga 1.500 kW. Z9 GT dengan teknologi ini diklaim mampu mencapai 5 menit untuk pengisian daya yang cukup, 9 menit untuk pengisian penuh dalam kondisi suhu normal.

Bahkan dalam kondisi ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius, proses pengisian hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit, atau hanya terpaut tiga menit lebih lama dibanding kondisi ideal. Ekspansi Denza di Eropa diproyeksikan akan terus berlanjut.

Hingga akhir 2026, merek ini menargetkan kehadiran di lebih dari 30 negara dengan dukungan lebih dari 150 gerai ritel. Untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, BYD juga berencana membangun 6.000 stasiun pengisian cepat di luar China, dengan setengahnya atau sekitar 3.000 unit akan difokuskan di kawasan Eropa.