Bek Pau Cubarsi Dikartu Merah, Barcelona Ditaklukkan Atletico Madrid di Camp Nou
JAKARTA - Pembalasan yang manis saat Atletico Madrid menaklukkan Barcelona 2-0 di laga pertama perempat final Liga Champions di Stadion Camp Nou, Kamis, 9 April 2026 dini hari WIB. Barca terpaksa menyerah setelah kehilangan bek Pau Cubarsi yang mendapat kartu merah.
Momen dua menit yang berakibat fatal bagi Barca dan mengubah pertandingan sesama tim LaLiga Spanyol itu. Cubarsi, bek muda andalan Barca melakukan kesalahan besar saat menghadang gelandang Giuliano Simeone menjelang akhir babak pertama.
Insiden tersebut berawal dari serangan balik Atletico yang dibangun striker Julian Alvarez dan kemudian memberikan bola kepada Simeone. Anak pelatih Atletico, Diego Simeone ini lalu membawa bola. Hanya aksi Simeone yunior ini kemudian terhenti setelah dijatuhkan Cubarsi di luar kotak penalti.
Wasit Istvan Kovacs semula memberikan kartu kuning kepada Cubarsi. Namun ruangan VAR melakukan intervensi yang menjadikan Kovacs meninjau insiden itu. Setelah meninjaunya lewat VAR, wasit mengubah keputusannya dengan menjatuhkan kartu merah kepada bek berusia 19 tersebut di menit 44.
Wasit juga memberikan tendangan bebas di luar kotak penalti. Eksekusi itu dituntaskan dengan baik oleh Alvarez. Tendangan dia melengkung melewati pagar pemain Barca yang mengarah ke sudut atas kiri gawang tanpa bisa dijangkau kiper Joan Garcia.
Gol yang tercipta di menit 45 ini mengubah skor menjadi 1-0 untuk Atletico. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan tim tamu. Pemain Atletico pun menjadi lebih percaya diri saat pergantian babak. Bagaimana tidak, Barca sebelumnya menunjukkan dominasi dalam big match kelima dalam satu musim ini.
Ya, kedua tim sudah bertemu empat kali di berbagai kompetisi. Di salah satu pertemuan di semifinal Copa del Rey, Atletico pernah menghajar Barca 4-0.
Terakhir, mereka masih bertemu di kompetisi LaLiga Spanyol di kandang Atletico di Stadion Metropolitano, akhir pekan lalu. Hasilnya, Barca sukses membungkam Atletico 2-1 yang mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sekaligus kian jauh meninggalkan pesaingnya, Real Madrid.
Saat Barca menjamu Atletico di laga pertama Liga Champions, tim asuhan Hansi Flick kembali menunjukkan dominasi. Serangan Barca yang mengandalkan striker Robert Lewandowski mampu merepotkan pertahanan Los Rojiblancos. Apalagi, duo sayap Lamine Yamal dan Marcus Rashford mampu mendukung Lewandowski dengan sangat baik.
Bahkan pergerakan aktif dan agresif Rashford membuat barisan belakang Atletico berantakan. Pemain pinjaman dari Manchester United ini juga sempat memberikan umpan silang yang dituntaskan Yamal menjadi gol. Hanya gol itu dianulir karena Yamal dalam posisi offside.
Yamal kembali menunjukkan aksi kelas dunia saat menari melewati tiga bek Atletico. Begitu dalam posisi bebas, pemain bernomor punggung 10 ini kemudian melepaskan tendangan yang seharusnya membuahkan gol bila tidak diblok bek Robin Le Norman di menit 32.
Hanya situasi itu berubah begitu Cubarsi mendapat kartu merah. Lebih parah lagi setelah kehilangan seorang pemain, gawang Barca juga kebobolan.
Ini yang menjadikan permainan berubah di babak kedua. Atletico yang lebih percaya diri mampu mengimbangi permainan Barca. Sebaliknya, Blaugrana tak lagi mendominasi.
Flick sendiri menarik Lewandowski yang gagal menunjukkan penampilan terbaik dan memasukkan Fermin Lopez. Sedangkan Pedri ditarik untuk digantikan Gavi.
Pergantian pemain ini sesungguhnya menjadikan permainan Barca tetap hidup. Mereka menciptakan sejumlah peluang. Rashford sesungguhnya berpeluang menyamakan skor saat menerima umpan dari Yamal. Namun tendangan dia masih gagal.
Selanjutnya tendangan bebas dari Rashford setelah Le Normand menjatuhkan Yamal di luar kotak penalti juga nyaris membobol gawang Atletico bila tidak ditepis secara gemilang oleh kiper Juan Musso.
Baca juga:
- Intel Gabung Elon Musk Bangun “Terafab”, Proyek Chip AI Raksasa untuk Robot Humanoid
- Sony Luncurkan Program The Playerbase, Pemain Bisa Ikut Masuk ke Dalam Gim
- Purbaya: Belum Ada Permintaan Relaksasi Bea Masuk Bahan Baku Plastik
- Kedaulatan Maritim Perlu Dinarasikan Guna Membangun Kesadaran dan Dukungan Publik
Meski mendapat tekanan, namun pertahanan Atletico tetap solid sehingga membuat pemain Barca frustrasi. Apalagi Atletico kemudian malah bisa memanfaatkan celah untuk menambah gol.
Lewat sebuah serangan yang dibangun Antoine Griezmann dan bekerjasama dengan Matteo Ruggieri. Dia kemudian melepaskan umpan silang yang disambut oleh Alexander Sorloth. Dirinya sempat mengecoh bek Gerard Martin sebelum menaklukkan Garcia di menit 70. Skor berubah 2-0 untuk Atletico.
Dalam posisi tertinggal, Barca tak menyerah. Mereka mencoba memberi tekanan terhadap pertahanan Atletico. Paling tidak ada dua peluang dari Joao Cancelo dan Yamal. Hanya, mereka gagal mengonversi peluang itu sehingga tak mampu mengejar ketinggalan gol.
Skor 2-0 untuk Atletico bertahan hingga laga usai. Kemenangan ini sekaligus menjadi pembalasan yang manis bagi Atletico setelah kekalahan menyakitkan di akhir pekan lalu. Apalagi ini diraih di kandang Barca.
Ini juga menjadi kemenangan pertama Simeone atas Barca di Camp Nou selama 14 tahun mengarsiteki Atletico. Hasil tersebut menjadikan langkah Atletico ke semifinal kian mulus.
Pasalnya, mereka hanya butuh hasil imbang pada laga kedua yang digelar di kandang sendiri, Rabu, 15 April 2026 dini hari WIB. Sebaliknya, Barca harus mengejar defisit gol. Mereka butuh kemenangan minimal 3-0 untuk menyingkirkan Atletico.