Penjualan Mobil Listrik di Inggris Cetak Rekor saat Harga BBM Naik
JAKARTA - Penjualan mobil listrik di Inggris mencetak rekor tertinggi pada Maret, di tengah lonjakan harga bahan bakar. Laporan The Independent dilansir Rabu, 8 April yang mengutip data Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) menyebut registrasi mobil listrik murni berbasis baterai mencapai 86.120 unit, naik 24,2 persen dibanding Maret tahun lalu.
Secara total, kendaraan berlistrik membukukan 196.059 registrasi pada bulan lalu. Kenaikan juga terjadi pada mobil hibrida plug-in yang melonjak 46,9 persen secara tahunan, sementara mobil hibrida listrik naik 7,3 persen. SMMT menyebut Maret menjadi bulan terbaik sepanjang sejarah untuk registrasi mobil listrik di pasar Inggris.
Lonjakan itu terjadi saat harga minyak dan gas naik akibat konflik di Timur Tengah. Data RAC, lembaga otomotif Inggris, mencatat, harga rata-rata bensin tanpa timbal di Inggris naik sekitar 18 persen sejak konflik Iran memanas pada akhir Februari, menjadi 157 pence per liter. Harga diesel naik lebih tajam, sekitar sepertiga, menjadi rata-rata 189 pence per liter.
Di tengah tekanan harga BBM, pasar mobil baru Inggris justru tetap tumbuh. SMMT mencatat, jumlah kendaraan baru yang terdaftar pada Maret mencapai 380.627 unit, naik 6,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini menjadi kinerja penjualan bulanan terbaik sejak 2019, sebelum pandemi.
Baca juga:
Chief Executive SMMT Mike Hawes mengatakan sebagian besar kinerja Maret kemungkinan berasal dari pesanan yang masuk sebelum konflik Iran dimulai. Namun, ia mengingatkan perang tersebut berisiko mendorong biaya hidup dan melemahkan kepercayaan konsumen.
Sinyal kenaikan minat juga datang dari marketplace kendaraan Autotrader. Chief Customer Officer Autotrader Ian Plummer mengatakan, minat terhadap EV baru naik tajam dalam sebulan terakhir. Menurut dia, permintaan informasi untuk EV baru di platform itu melonjak dari Februari ke Maret, setara satu permintaan setiap menit sepanjang bulan lalu.
Meski begitu, pangsa EV di pasar mobil Inggris bulan lalu baru sekitar 22 persen. Angka ini masih di bawah mandat kendaraan nol emisi pemerintah Inggris yang mewajibkan 33 persen penjualan tiap produsen tahun ini berasal dari kendaraan nol emisi, yang umumnya berarti mobil listrik murni berbasis baterai.
Pemerintah Inggris menyatakan terus mendukung transisi ke kendaraan listrik lewat investasi di manufaktur EV, jaringan pengisian daya, dan program hibah pembelian mobil listrik.