Trump Ancam Penjarakan Wartawan Beritakan Keadaan 2 Pilot Jet Tempur AS Jatuh di Iran

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengancam akan memenjarakan seorang wartawan yang membocorkan informasi keadaan dua pilot jet tempur AS yang ditembak jatuh di Iran.

Trump menargetkan jurnalis sebagai bagian dari perburuan terhadap kejujuran informasi untuk publik bahwa seorang pilot perwira Angkatan Udara AS hilang tidak ditemukan pada Jumat 3 April, sementera satu pilot lainnya berhasil diselamatkan.

“Kita akan mendatangi perusahaan media yang merilisnya, dan kita akan mengatakan, ‘Demi keamanan nasional, berikan informasinya atau masuk penjara,’” kata Trump saat menjelaskan klaim bahwa AS melakukan dua penyelamatan terpisah dari pilot jet tempur AS yang ditembak jatuh di Iran pekan lalu.

“Orang yang membuat berita itu akan masuk penjara jika dia tidak mengatakannya,” sambung Trump di Gedung Putih, Senin 6 April waktu setempat, dikutip dari CNN.

Trump tidak menyebutkan media mana yang ia maksud. Sementara pejabat Gedung Putih menolak untuk menjawab pertanyaan tentang detail tersebut,

Media Iran pertama kali melaporkan jet tempur AS ditembak jatuh di Iran memicu diskusi luas secara daring tentang nasib pilot tersebut sebelum akhirnya media besar AS mana pun menerbitkan berita tersebut.

“Investigasi sedang berlangsung,” kata seorang pejabat Gedung Putih.

Sejumlah media, termasuk CNN, melaporkan pada akhir pekan lalu tentang hilangnya pilot jet tempur AS dan upaya militer AS untuk menemukan dan menyelamatkan mereka.

Pemerintah AS kemudian mengklaim pilot jet tempur kedua akhirnya ditemukan pada Minggu pagi dalam misi berisiko tinggi yang digambarkan oleh Direktur CIA John Ratcliffe pada Senin 6 April sebagai “sebanding dengan mencari sebutir pasir di tengah gurun.”

Adapun jet tempur AS jenis F-15 dalam penerbangannya membutuhkan dua pilot, berbeda dengan jet tempur siluman F-35 yang hanya dikemudikan satu pilot.