Bocah Tewas Akibat Banjir Berulang di Demak, Puan Minta Pemerintah Segera Atasi

JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani menyoroti banjir besar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang menyebabkan seorang anak berusia 8 tahun meninggal dunia. Ia meminta pemerintah segera mengatasi banjir berulang yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Banjir di Demak ini sudah sering terjadi, dan menjadi catatan kita bersama. Tentunya menjadi keprihatinan bagi DPR karena banjir kali ini menyebabkan adanya korban jiwa, dan dukacita mendalam kami sampaikan kepada pihak keluarga,” ujar Puan kepada wartawan, Senin, 6 April.

Puan juga mengingatkan pemerintah untuk memastikan keselamatan masyarakat, termasuk segera menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Demak.

“Baik yang berada di pengungsian, atau warga yang memilih bertahan di rumahnya, termasuk bagi warga yang membutuhkan bantuan dalam membersihkan reruntuhan rumah mereka yang rusak berat akibat banjir,” katanya.

Selain itu, Puan menilai pentingnya instansi terkait segera memberi penanganan kesehatan bagi warga korban banjir yang membutuhkan.

"Lakukan jemput bola dengan memeriksa kondisi di setiap wilayah maupun pengungsian,” tegas Puan.

Puan menilai Banjir di Demak yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang memperlihatkan bagaimana kurangnya mitigasi bencana di wilayah rawan. Menurutnya, kondisiini menambah beban ekonomi masyarakat dalam skala yang lebih luas.

Puan menambahkan, masyarakat perlu mendapat penjelasan lebih terbuka mengenai apakah titik tanggul yang jebol memang sudah masuk dalam peta kerentanan prioritas, bagaimana evaluasi teknis dilakukan sebelum kejadian. Serta mengapa wilayah yang berkali-kali menghadapi tekanan serupa masih mengalami kerusakan dengan konsekuensi yang hampir sama.

"Risiko lama terkait bencana banjir berulang ini harus segera diatasi,”kata Puan.

Seperti diketahui, banjir besar melanda Demak dipicu oleh jebolnya tanggul serta meluapnya air Sungai Tuntang pada Jumat, 3 April pagi, yang kemudian merendam permukiman, fasilitas umum, hingga lahan pertanian.

Tanggul yang jebol tercatat berada di beberapa titik, dengan panjang sekitar 30 meter 10 meteran, dan 15 meter.

Banjir juga menyebabkan satu orang anak berusia 8 tahun, warga, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, meninggal dunia. Korban disebut hanyut terbawa arus banjir saat tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat, 3 April siang.

Berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, banjir merendam delapan desa di empat kecamatan. Data sementara hingga Sabtu, 4 April mencatat sebanyak 2.839 warga harus mengungsi akibat bencana tersebut.

Diinformasikan, sejumlah rumah di Demak mengalami rusak berat usai banjir besar akibat tanggul jebol. Beberapa rumah hanya menyisakan atap, bahkan beberapa di antaranya menyisakan fondasi dan tidak lagi bisa ditempati karena bangunan hanyut tersapu banjir.

Selain berdampak pada warga, banjir merendam ribuan rumah. Sebanyak 10 fasilitas pendidikan dan 15 fasilitas ibadah turut terdampak. Seluas 671 hektare lahan persawahan di Kabupaten Demak juga terendam banjir.