Apa Itu Breath Holding Spell? Kenali Gejala, Jenis, dan Cara Penanganannya

YOGYAKARTA - Melihat anak tiba-tiba menahan napas hingga wajahnya membiru tentu bisa membuat orangtua panik. Kondisi ini dikenal sebagai breath holding spell (BHS), yang biasanya terjadi saat anak merasa sangat marah, kesal, kaget, atau kesakitan. Reaksi emosional ini membuat anak menahan napas, bahkan hingga kehilangan kesadaran untuk beberapa saat. Lalu, apakah breath holding spell berbahaya?

Penting bagi orangtua untuk memahami apa itu breath holding spell agar tidak langsung panik saat menghadapinya. Dengan pemahaman yang baik, orangtua bisa memberikan respons yang lebih tenang dan membantu anak melewati kondisi ini dengan aman. Dilansir dari Nemours Kids Health, berikut akan dibahas beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai breath holding spell.

Apa Itu Breath holding spell?

Breath holding spell adalah kondisi ketika anak menahan napasnya, biasanya setelah menangis, marah, frustrasi, terkejut, atau kesakitan. Terkadang anak menahan napasnya hingga pingsan. Kondisi ini tentu membuat orangtua panik, namun umumnya tidak berbahaya dan biasanya berlangsung kurang dari satu menit.

Breath holding spell bisa terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 6 tahun dan paling umum pada usia 6-18 bulan. Perlu diketahui, anak tidak menahan napas dengan sengaja. Mereka tidak dapat mengontrol kapan hal itu terjadi.

Breath holding spell dibagi menjadi dua jenis yakni cyanotic breath-holding spell dan pallid breath-holding spell. Jika wajah anak berubah menjadi kebiruan, itu disebut cyanotic breath-holding spell. Kondisi ini biasanya terjadi setelah anak menangis sangat keras akibat marah atau frustrasi.

Sementara itu, pallid breath-holding spell ditandai dengan wajah anak menjadi pucat. Anak mungkin menangis atau tidak sama sekali sebelum mengalami serangan ini. Biasanya terjadi saat anak kaget atau mengalami rasa sakit mendadak.

Kedua jenis breath holding spell ini dapat membuat anak pingsan hingga satu menit. Dalam kasus yang paling ekstrem, anak-anak mungkin mengalami kejang. Mengalami kejang tidak menyebabkan bahaya jangka panjang atau membuat anak berisiko mengalami gangguan kejang.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti terjadinya breath holding spell. Namun, beberapa faktor diyakini berperan dalam memicu kondisi ini. Salah satunya, anemia defisiensi zat besi. Pada beberapa anak, penanganan anemia dapat membantu mengurangi jumlah episode yang terjadi.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Breath holding spell?

Ketika anak mengalami breath holding spell, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang. Panik tidak akan membantu apa pun dan hanya akan memperburuk keadaan.

Baringkan anak di tempat tidur bayi atau lantai, dan jauhkan dari benda keras atau tajam. Jika anak pingsan, cobalah untuk tetap tenang dan yakinkan diri bahwa anak Anda aman. Periksa mulut anak untuk memastikan jalan napasnya tidak terhalang oleh makanan atau benda lain. Tetap berada di dekat anak hingga ia kembali sadar.

Jika anak tidak bernapas lebih dari satu menit atau wajahnya tetap tampak biru, segera cari bantuan medis. Setelah anak pulih, beri rasa aman dan yakinkan bahwa semuanya baik-baik saja dan hal itu bukan salahnya.

Jika ini adalah pertama kalinya anak mengalami breath holding spell, segera dapatkan perawatan medis. Meskipun kondisi ini umumnya tidak berbahaya, ada baiknya anak diperiksa.

Demikian pembahasan soal apa itu breath holding spell, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!