Trump Tuduh Pemungutan Suara Pemilu AS Lewat Pos Curang Tapi Akui Melakukannya
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump ternyata memberikan suaranya dalam pemilihan umum negara bagian Florida 2026 menggunakan prosedur pemberian surat suara lewat pos atau mail-in voting.
Hal itu diketahui hanya beberapa hari setelah Trump menuding adanya potensi kecurangan dalam metode pemungutan suara melalui pos saat pemilu negara bagian AS.
“Anda tahu, karena saya presiden Amerika Serikat, dan karena fakta bahwa saya presiden Amerika Serikat, saya memberikan suara melalui surat [via ekspedisi pos] untuk pemilihan yang berlangsung di Florida,” katanya kepada wartawan selama pertemuan Kabinet di Gedung Putih dikutip dari NBC News.
Trump beralasan hal itu dilakukannya karena ia seorang Presiden. Ia mengaku jabatannya sebagai kepala negara bisa membuatnya diistimewakan sebagai konstituen pemilihan umum negara bagian AS.
“Saya memutuskan bahwa saya akan memberikan suara melalui surat karena saya tidak bisa hadir, karena saya memiliki banyak hal yang berbeda,” ujar Trump.
Menurut seorang staf di kantor Pengawas Pemilihan Palm Beach County, pemilihan umum di negara bagian Florida khusus Distrik 87 Dewan Perwakilan Florida yang diikuti Trump berlangsung di dua lokasi di Palm Beach County, dari Sabtu, 14 Maret hingga Minggu, 22 Maret. Dengan demikian pemilih juga dapat hadir pada akhir pekan.
Trump diketahui menghabiskan akhir pekannya pada Jumat 20 Maret hingga Minggu 22 Maret, di resor Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach. Ia berada di lapangan golfnya pada akhir pekan tersebut.
Pada Selasa, 24 Maret, Trump menghadiri upacara pengambilan sumpah untuk Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin di Gedung Putih.
Di hari yang sama, The Guardian melaporkan Rabu 1 April, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membatasi prosedur pemungutan suara via pos. Kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya di AS ini mengharuskan pemerintah pusat dan negara bagian AS memperketat aturan terhadap surat suara pemilih.
Lewat instruksinya tersebut, Trump meminta daftar pemilih nasional disusun ketat dan layanan pos AS diperibtahkan untuk mengirimkan surat suara hanya kepada pemilih yang ada dalam daftar pemilih di data Administrasi Jaminan Sosial.
Selama konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengatakan pemerintah ingin mewajibkan kartu identitas pemilih dan bukti kewarganegaraan sebagai acuan verifikasi dalam daftar pemilih.
Trump telah lama menuding metode pemungutan suara melalui pos penuh kecurangan. Namun, seringkali tuduhan Trump itu tanpa bukti.
Pada tahun 2020, Trump juga mengakui memakai prosedur pemungutan suara melalui pos. Pada saat itu juga, Trump berdalih ia melakukannya “karena saya diizinkan.”
“Ada perbedaan besar antara seseorang yang berada di luar negara bagian dan memberikan suara melalui surat, dan semuanya disegel dan disertifikasi,” katanya saat itu.
“Saya pikir pemungutan suara melalui surat adalah hal yang buruk. Saya pikir jika Anda memilih, Anda harus pergi ke tempat pemungutan suara,” sambung Trump.
Baca juga: