6 Manfaat Terapi Karboksi CO2 untuk Kulit Beserta Efek Sampingnya

YOGYAKARTA – Terapi karboksi CO2 merupakan perawatan kulit non-invasif yang dapat membantu meningkatkan elastisitas dan mencerahkan kulit. Prosedur ini diklaim efektif dan minim efek samping, dilakukan dengan menyuntikkan gas karbon dioksda (CO2) ke bawah kulit untuk meningkatkan sirkulasi darah serta merangsang produksi kolagen alami.

Manfaat terapi karboksi CO2 tidak hanya untuk kecantikan, namun juga dapat mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan kualitas jaringan kulit.

Dengan metode non-bedah, karboksi terapi menjadi pilihan popule bagi mereka yang ingin kulit wajah yang halus dan kencang tanpa tindakan invasif.

Lantas, apa saja manfaat terapi karboksi CO2 untuk kulit? Simak informasi selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

Mengenal Apa itu Terapi Karboksi CO2

Terapi karboksi CO2 merupakan metode perawatan kulit yang menggunakan gas karbon dioksida untuk memperbaiki kondisi kulit. Gas ini bekerja dengan meningkatkan kadar oksigen di area yang disuntik, sehingga memperlancar aliran darah dan memperbaiki jaringan kulit, dikutip dari laman Very Well Health.

Selain itu, terapi ini juga merangsang sel fibroblas untuk memproduksi kolagen, elastin, dan asam hialuronat yang penting untuk menjaga elastisitas dan kelembapan kulit.

Manfaat Terapi Karboksi CO2

Masih dari sumber yang sama, terapi karboksi CO2 memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit, di antaranya:

  1. Mengurangi Selulit

Manfaat terapi karboksi CO2 yang pertama adalah dapat mengurangi selulit, yaitu timbunan lemak di bawah kulit yang membuat permukaan kulit tampak bergelombang. Penyuntikan karbon dioksida membantu memecah sel lemak sekaligus mengencangkan kulit.

  1. Membantu Membentuk Tubuh

Terapi karboksi juga digunakan untuk mengurangi lemak berlebih di area tertentu, sehingga membantu membentuk kontur tubuh. Terapi ini sering dikombinasikan dengan prosedur sedot lemak (liposuction) untuk hasil yang lebih optimal.

  1. Menyamarkan Stretch Mark

Karbon dioksida merangsang produksi kolagen, elastin, dan asam hialuronat melalui sel fibroblas. Proses ini membantu mengecilkan stretch mark dan membuat warnanya lebih menyatu dengan kulit.

  1. Mengatasi Lingkaran Hitam di Bawah Mata

Lingkaran hitam di bawah mata sering disebabkan oleh penumpukan darah. Nah, carboxytherapy membantu meningkatkan sirkulasi darah dengan merangsang pembentukan pembuluh darah baru dan melebarkan pembuluh darah yang sudah ada.

  1. Mempercepat Penyembuhan Luka dan Mencegah Rambut Rontok

Terapi ini juga digunakan untuk membantu penyembuhan luka kronis, seperti pada penderita diabetes dan penyakit arteri perifer. Selain itu, terapi karboksi CO2 juga dapat membantu mengatasi alopecia, yaitu gangguan autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut.

  1. Merangsang Produksi Kolagen

Manfaat terapi karboksi CO2 yang lainnya adalah merangsang produksi kolagen yaitu protein yang berperan dalam menjaga kekencangan dan elastisitas.

Kolagen yang terbentuk dengan baik bisa membantu menyamarkan garis halus, mengencangkan kulit, serta memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan.

Tak hanya itu, peningkatan aliran darah juga dapat membentu proses detoksifikasi alami kulit. Racun yang menempel di jaringan tubuh dapat dengan mudah dikeluarkan, sehingga kulit tampak lebih cerah dan sehat.

Efek Samping Terapi Karboksi CO2

Carboxytherapy tergolong prosedur yang minim rasa sakit dan memiliki efek samping yang ringan. Beberapa hal yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Sensasi tekanan saat gas disuntikkan
  • Muncul memar ringan di area suntikan (biasanya hilang dalam kurang dari seminggu)
  • Kulit terasa hangat, gatal, atau kesemutan setelah perawatan
  • Pembengkakan ringan, terutama di area bawah mata

Efek-efek ini umumnya bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa hari.

Sekedar informasi tambahan, terapi karboksi tidak memerlukan persiapan khusus sebelum dilakukan. Selama prosedur, tenaga medis akan menyuntikkan gas karbon dioksida menggunakan jarum kecil dan alat khusus yang disebut flow regulator.

Durasi perawatan biasanya berkisar antara 15 hingga 45 menit, tergantung pada area yang ditangani. Untuk hasil optimal, terapi ini umumnya dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu.

Demikian informasi tentang manfaat terapi karboksi CO2. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.